Connect with us

Pemerintahan

Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo Antara Permen PDAM dan PP BUMD, Usia Sudah Lewat Tetap Menjabat (2)

Diterbitkan

||

Pengukuhan Abdul Basit Lao, kembali memimpin PDAM Delta Tirta oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. (wan)
Pengukuhan Abdul Basit Lao, kembali memimpin PDAM Delta Tirta oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. (wan)

Memontum Sidoarjo – Karena dedikasi dan prestasi yang dilalui selama puluhan tahun mengabdi di PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Abdul Basit Lao masih dipercaya oleh Bupati Sidoarjo H Saiful Illah SH, Mhum sebagai Pj Direktur Utama (Dirut ) PDAM Delta Tirta walaupun usianya sudah senja.

Memang dedikasi Basit panggilan Abdul Basit Lao terhadap perusahaan daerah pengelolaan air tak perlu diragukan lagi. Hal itu dibuktikan ketika sejumlah petinggi PDAM tersangku masalah hukum Basit hanya dimintai keterangan penyidik.

Mulai kasus yang dialami mantan Dirut PDAM H Jayadi dan Sugeng Mujiadi. Basit juga hanya dimintai keterangan terkait kasus Pengelola Air (IPA) 1 dan 2 Krian yang sempat dipelototi Unit Tipikor Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Ketika itu penyidik melakukan penyidikan terkait keberadaaan IPA 1 dan 2 PDAM Delta Tirta Krian. Beberapa pihak yang berhubungan dengan keberadaan IPA 1 dan 2 sudah dilakukan pemanggilan, beberapa saksi juga sudah dilakukan pemeriksaan untuk melengkapi penyidikan.

Belakangan kasus ini disalip atas kasus yang dialami Mantan Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi. Pengganti H Jayadi ini akirnya divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta dalam putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) RI.

Basit akhirnya diangkat sebagai Pjs Direktur Utama Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo hingga. Juni 2018 lalu. Karena prestasi yang diraihnya, jabatan Pj itu diperpanjang oleh orang nomor 1 di Pemkab Sidoarjo.

BACA : Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo Antara Permen PDAM dan PP BUMD, Kursi Panas Antar 2 Mantan Dirut Menuju Lapas (1)

Pengukuhan Abdul Basit Lao, kembali memimpin PDAM Delta Tirta itu dilakukan sendiri oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat apel karyawan PDAM di lingkungan instansi setempat pada Senin (25/6/2018).

Kini, ketika menjalani Pj Dirut PDAM periode kedua , umur Basit sudah lebih dari 60 tahun dan berseberangan dengan Permendagri nomor 2 tahun 2007 tentang organ dan kepegawaian PDAM. (ari/fan/yan/bersambung)

 

Pemerintahan

Bupati Sidoarjo Lantik Direksi PDAM Delta Tirta

Diterbitkan

||

Memontum Sidoarjo – Direksi PDAM Delta Tirta masa bhakti 2021- 2026, akhirnya dilantik oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Senin (14/06) tadi. Pelantikan yang digelar di pendopo Delta Wibawa, berlangsung dengan khidmat dan disaksikan pimpinan Forkopimda, Sekretaris Daerah dan Asisten Setda Kabupaten Sidoarjo dan kepala OPD se-Kabupaten Sidoarjo.

Jajaran direksi PDAM Delta Tirta yang dilantik, Dwi Hari Suryadi menjabat sebagai Direktur Utama, Fatihul Faizun sebagai Direktur Pelayanan, dan Slamet Setyawan sebagi Direktur Operasional. Direktur Administrasi masih dijabat oleh Pejabat Sementara (Pjs).

Baca Juga:

    Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, dalam kesempatan itu berpesan kepada para Direksi PDAM yang telah dilantik, agar dapat menggunakan kesempatan pengabdian ini dengan baik. Tugas berat sebagai jajaran direksi baru, yakni memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Sidoarjo.

    “Para direksi baru ini harus bisa menjawab tugas langsung dari pemerintah pusat, yakni dengan jatah air umbulan sekitar 1.200 liter per detik. Jangan menyia-nyiakan proyek umbulan ini,” kata Bupati Sidoarjo. Kedepannya, Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor, menekankan kembali bahwa PDAM butuh inovasi – inovasi di era industri 4.0. (kom/sit)

    Lanjutkan Membaca

    Kota Malang

    RS Lapangan Ijen Boulevard Rawat 199 Pasien, Warga Kota Malang Dominasi Perawatan

    Diterbitkan

    ||

    oleh

    Memontum Malang Kota – Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard beroperasi sejak diresmikan pada 16 Desember 2020 lalu. Berdasarkan data rumah sakit, total sudah ada 199 pasien yang dirawat sampai hari ini atau Sabtu (2/1).

    Kepala RS Lapangan Ijen Boulevard, dr. Heri Sutanto, mengatakan jumlah tersebut adalah akumulasi. Di mana, yang masih dalam perawatan sebanyak 66 pasien, dengan rincian 36 laki-laki, dan 30 pasien perempuan.

    “Ini jumlah akumulasi ya, total ada 199 pasien. 115 diantaranya sudah sembuh, ada 11 pasien dirujuk karena kondisi memberat dan 7 pulang isolasi mandiri. Untuk hari ini (2/1) ada 16 yang sembuh, sedangkan yang masuk ada 4 pasien,” ungkapnya.

    Masih menurutnya, dari 199 pasien yang dirawat, mayoritas berasal dari Kota Malang sejumlah 139. Kemudian, dari Kabupaten Malang sebanyak 26 dan Sidoarjo 5 orang. Terdapat masing-masing 3 pasien yang berasal dari Kediri, Blitar dan Jember.

    Untuk yang berasal dari Depok dan Bogor, sama-sama berjumlah 2 pasien. Selanjutnya, pasien asal Kota Probolinggo, Kota Yogyakarta, Barito Selatan, Tarakan, Batam, Samarinda, Nganjuk, Jombang, Jayapura, Tulungagung, Tuban, Gresik, Banyumas, Mojokerto, Ponorogo, dan Langsa masing-masing sejumlah 1 orang.

    Heri menambahkan, saat ini jumlah bed tersedia sebanyak 224. “Masing-masing untuk laki-laki dan perempuan sebanyak 112 bed. Mayoritas yang dirawat disini adalah pasien tanpa gejala,” jelasnya.

    Menurut Heri, pihaknya akan bersiap untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan daya tamping RS Lapangan Ijen Boulevard yang sebanyak 306 bed itu. (cw1/sit)

    Lanjutkan Membaca

    Pemerintahan

    Ini Cara Pemkab Sidoarjo Tangani Limbah Domestik

    Diterbitkan

    ||

    PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan paparan soal penanganan air limbah domestik di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).
    PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan paparan soal penanganan air limbah domestik di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

    Memontum Sidoarjo ­ Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Dampak Limbah Domestik bagi ratusan pelaku industri di Sidoarjo. Sosialisasi ini diikuti ratusan perwakilan perusahaan.

    Berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri LHK No P 68/Menlhk-Setjen/2016 mengenai Baku Mutu Air Limbah Domestik. Secara garis besar, baku mutu air limbah domestik terdiri dari 3 bagian yaitu rumah tangga dan/atau usaha dan/atau kegiatan di lokasi darat, usaha dan/atau kegiatan di lokasi perairan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

    Air limbah domestik yang dimaksud pada peraturan itu adalah black water dan grey water. Selain itu, pengolahan air limbah domestik dilakukan secara tersendiri. Yaitu tanpa menggabungkan dengan pengolahan air limbah dengan jenis air limbah domestik maupun secara terintegrasi, melalui penggabungan air limbah dengan jenis air limbah lain ke dalam satu sistem pengolahan air limbah.

    SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.

    SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.

    Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan mengingatkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK, industri diwajibkan mengelola limbahnya sebelum di buang ke sungai.

    “Semua perusahaan sekarang tidak boleh membuang langsung limbahnya ke sungai. Perusahaan harus mengolah terlebih dulu IPAL-nya sesuai kadar yang diperbolehkan baru dibuang ke sungai. Aturan ini, untuk mencegah dampak limbah domestik yang bisa mencemari air sungai,” ujar Sigit Setyawan di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

    Sosialisasi yang dibuka Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono ini diharapkan seluruh perwakilan perusahaan yang hadir bisa menyampaikan langsung ke pimpinan perusahaan. Mengingat dampak limbah domestik ini, kontribusi terbesarnya dari perusahaan atau industri kemudian disusul limbah usaha kecil dan limbah rumah tangga.

    “Hubungan antara kecerdasan dengan masalah limbah, maka di dalam konsep pembangunan ada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur tinggi, peringkat lima belas. Tapi, derajat kesehatannya masih rendah. Ukuran IPM salah satunya derajat kesehatan. Kami berharap derajat kesehatan meningkat mempengaruhi pola hidup masyarakat yang disiplin menjaga kebersihan agar penanganan dampak limbah ini bisa dilakukan melalui peningkatan IPM,” tegas Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono.

    Cak Hud, mencontohkan limbah sungai berupa popok atau pampers. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon menerima sampah kurang lebih 1.200-an ton per hari. Upaya Pemkab Sidoarjo dalam penyelesaian dampak limbah domestik mulai dari normalisasi sungai dan mengelola sampah di TPA Jabon. Pemkab Sidoarjo saat ini sedang dalam proses membangun pengelolaan sampah untuk mengurai sampah yang masuk.

    “Untuk menjaga kebersihan di pasar-pasar, pengelola diminta kerja ekstra. Dengan shodaqoh kerja, Sabtu – Minggu tetap masuk kerja membersihkan sampah-sampah di pasar,” ungkapnya.

    Sementara berkaitan dengan limbah, ada Jogo Taman Delta, setiap hari Jumat dan Minggu melakukan bersih-bersih. Selain itu, ada program normalisasi sungai, pembersihan sampah rumah tangga seperti popok-popok bayi yang paling banyak dijumpai, maka menangani dampak limbah domestik ini juga membutuhkan kesadaran masyarakat dan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja.

    “Kami meminta agar sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) dikelola terlebih dulu oleh masyarakat sekitar. Ini dilakukan pemilahan dan bisa dimanfaatkan. Sehingga volume sampah yang dibuang di TPA Jabon setiap hari bisa berkurang,” urainya.

    Sedangkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo paling tinggi. Middle income misalnya. Ciri-ciri masyarakat suka rekreasi. Konsumtif, hal ini berdampak pada tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

    “Pekerjaan rumah kami yang belum, tolong untuk industri dan khususnya yang ada di jalan-jalan protokol dijaga kebersihan. Kami tidak ingin terjebak pada pertumbuhan ekonomi Sidoarjo yang sudah tinggi. Kami selaku pimpinan Sidoarjo mengharapkan adanya inovasi dan kreativitas pada sektor ekonomi industri kecil menengah,” tandasnya. (wan/ono)

    Lanjutkan Membaca

    Terpopuler