Connect with us

Hukum & Kriminal

Warga Modong Ditemukan Tewas Tergeletak di Lantai Rumah

Diterbitkan

||

Jenazah korban Andik Susanto saat di RS. Bhayangkara Pusdik Gasum Porong (gus)
Jenazah korban Andik Susanto saat di RS. Bhayangkara Pusdik Gasum Porong (gus)

Memontum Sidoarjo – Andik Susanto (36) warga Desa Modong RT 03 RW 04, Kecamatan Tulangan ditemukan kondisi tidak bernyawa, dan tergeletak dilantai dalam rumahnya, Kamis (12/12/2019) sore. Seketika kabar temuan sesosok mayat, warga sekitar berlarian dan berbondong-bondong kelokasi kejadian untuk melihatnya.

” Berdasarkan laporan warga terkait temuan mayat, kami beserta anggota langsung mendatangi lokasi kejadian. Menurut keterangan saksi Supardi sebelum di temukan keadaan meninggal, sekitar pukul 16.30 WIB., saksi berusaha mengetuk pintu rumah, untuk ikut tahlilan. Namun, tidak ada jawaban dari pemilik rumah, ” kata Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi

Masih kata Gatot Setyo Budi, setelah itu saksi menanyakan keberadaan korban kepada tetangganya , Hendro Setiawan. Tidak lama sebelum menjawab pertanyaan dari saksi, kemudian Hendro Setiawan bersama saksi kembali mendatangi rumah korban.

Setibanya dirumah korban, Hedro Setiawan mengetuk pintu depan rumah. Mendapati pintu tidak terkunci, dan dibukanya melihat korban tergeletak dilantai dengan kondisi sudah meninggal. Hasil temuan itu, akhirnya dilaporkan ke Polsek Tulangan untuk di tindak lanjuti.

” Hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban ditemukan luka luka kecil, seperti bekas gigitan semut dan mengeluarkan darah. Guna memastikan kematian korban, jenasah korban kami kirim ke RS Bhayangkara Porong,” pungkas Gatot Setyo Budi . (gus/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Arek Prambon Diduga Korban Pengeroyokan, Tim Inafis Bongkar Makam

Diterbitkan

||

PEMBONGKARAN - Sejumlah petugas Inafis dan Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo membongkar makam Tadarus Faris Lukman Hakim (23) warga Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo karena diduga jadi korban penganiayaan, Rabu (22/1/2020)
PEMBONGKARAN - Sejumlah petugas Inafis dan Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo membongkar makam Tadarus Faris Lukman Hakim (23) warga Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo karena diduga jadi korban penganiayaan, Rabu (22/1/2020)

Memontum Sidoarjo – Petugas gabunhan dari tim Inafis Polresta dan Forensik RSUD Sidoarjo terpaksan membongkar makam Tadarus Faris Lukman Hakim warga Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Rabu (22/1/2020). Pembongkaran makam ini, untuk proses otopsi jenazah pemuda 23 tahun itu, lantaran diduga menjadi korban penganiayaan 12 Januari 2020 lalu, di Warung Kopi desa setempat.

Namun, korban seusai dikeroyok teman-temannya itu, mengeluhkan luka lebam dan kepalanya pusing. Setelah diobatkan ke sejumlah tim medis dan rumah sakit, akhirnya korban meninggal dunia 14 Januari 2020 lalu.

“Saat pulang, anak saya diantar pulang temannya dengan kondisi mata lebam. Saat didiagnosa dokter RS Mitra Sehat Prambon, anak saya mengalami gegar otak sebelum akhirnya meninggal dunia itu. Selama dalam perawatan di rumah sakit, anak saya selalu mengeluh kepala pusing dan sakit,” terang ibu korban, Ny Susi Herawati, Rabu (22/1/2020).

Lebih jauh, Susi menceritakan kasus dugaan kematian putra pertamanya ini bermula Minggu (12/01/2020) lalu, dirinya dan suami mendapati anaknya diantar pulang ke rumah oleh temannya dalam kondisi terluka. Karena khawatir dengan keadaan anaknya itu, korban langsung dibawa berobat ke perawat desa. Kemudian Senin (13/1/2020) pagi, kondisi korban juga tidak kunjung membaik.

“Karena anak saya masih mengeluh pusing dan mendapatkan rawat jalan. Karenanya, Selasa (14/1/2020) siang, anak saya dibawa ke Klinik Pratama, Prambon. Melihat kondisi korban yang semakin parah, Faris kemudian dirujuk ke RS Mitra Sehat Prambon. Tapi, sekitar pukul 17.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia. Kata tim dokter yang anak saya mengalami gegar otak dan telat mendapat perawatan,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Prambon, AKP Sumarsono menegaskan pembongkaran makam ini sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga korban. Upaya ini dilakukan untuk menyelidiki penyebab kematian korban yang dilaporkan meninggal dunia dugaan akibat kasus pengeroyokan itu.

“Pembongkaran makam bersamaan 8 hari korban ini sudah disetujui keluarga korban untuk kepentingan penyelidikan,” tegasnya.

Saat ditanya soal siapa saja para pelaku pengeroyokan itu, Sumarsono mengaku masih dalam penyelidikan. Saat ini kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Prambon dan Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo.

“Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa untuk membuka tabir perkara penganiayaan ini,” tandasnya. wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Usai Belanja Pakaian, Motor Warga Mojokerto Disantap Sugeng Rahayu Pengendara Tewas

Diterbitkan

||

TABRAKAN - Sejumlah pengguna jalan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan yang melibatkan motor dan bus di JL Raya Mojokerto - Surabaya, Desa Kramattemenggungan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Senin (20/1/2020)
TABRAKAN - Sejumlah pengguna jalan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan yang melibatkan motor dan bus di JL Raya Mojokerto - Surabaya, Desa Kramattemenggungan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Senin (20/1/2020)

Memontum Sidoarjo – Jalur tengkorak Surabaya – Mojokerto kembali memakan korban. Kali ini, nasib naas itu dialami Suprapto warga Dusun Genengan, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Pria 53 tahun ini tewas di lokasi kejadian setelah motor Honda Vario bernopol S 3699 PF yang dikendarainya ditabrak bus Sugeng Rahayu bernopol W 7095 UZ yang dikemudikan Subiyanto (51) warga JL Sumpul 1B/3A, Kota Malang dari arah berlawanan.

Dalam kecelakaan adu moncong itu, selain menyebabkan pengendara motor tewas di lokasi kejadian juga menyebabkan motor korban ringsek hingga tak berbentuk. Selain itu, bodi depan bus juga mengalami ringsek akibat kerasnya tabrakan itu.

“Tabrakannya cukup keras karena adu moncong. Pengendara motor seketika jatuh terpental dan meninggal di lokasi kejadian,” terang Hadi salah seorang pengguna jalan yang melintas, Senin (20/01/2020). Hadi menceritakan awalnya, motor Honda Vario yang dikendarai korban melaju dari arah timur (Surabaya) menuju barat (Mojokerto).

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) motor hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya. Namun naas dari arah berlawanan melaju Bus Sugeng Rahayu hingga tabrakan tak bisa dihindarkan.

“Usai tabrakan bruakk, korban terpental sejauh 5 meter dari TKP. Sedangkan sepeda motor Honda Vario ringsek tak berbentuk,” ungkapnya.

Sementara anggota Unit Lantas Polsek Tarik, Bripka Rusdianto menegaskan berdasarkan hasil olah TKP petugas Unit Laka Lantas Polrestabes Sidoarjo, kecelakaan diduga disebabkan kurang berhati-hati pengendara motor. Saat hendak mendahului kendaraan di depannya diduga kurang memperhatikan jarak.

“Korban meninggal di TKP akibat mengalami pendarahan berat dari telinga korban,” tegasnya.

Rusdianto menguraikan korban sebelumnya dari belanja baju di Pasar Kapasan, Surabaya dan hendak pulang. Informasi itu dibenarkan istri korban saat di Kamar Jenazah RSU Anwar Medika.

“Untuk sopir bus Sugeng Rahayu sekarang masih diamankan petuggas untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan bus Sugeng Rahayu dan motor Honda Vario diamankan di Polsek Tarik sebagai barang bukti,” tandasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Bayi Lelaki Mengapung di Sungai Ngaresrejo Sukodono Gegerkan Warga

Diterbitkan

||

Bayi Lelaki Mengapung di Sungai Ngaresrejo Sukodono Gegerkan Warga

Memontum Sidoarjo – Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo digemparkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung di aliran sungai desa setempat, Minggu (19/1/2020). Warga menduga bayi malang itu, sengaja dibuang orangtuanya lantaran kelahirannya tidak diharapkan.

“Kami menduga bayi ini sengaja dibuang orangtuanya yang tidak mau bertanggung jawab atas kelahiran bayi ini,” terang saksi Hadi Suyitno yang hendak membersihkan sampah di aliran Sungai Ngaresrejo, Minggu (19/1/2020) sore.

PENEMUAN BAYI - Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dikagetkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung dibawa jembatan bambu aliran sungai desa itu, Minggu (19/1/2020) sore

PENEMUAN BAYI – Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dikagetkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung dibawa jembatan bambu aliran sungai desa itu, Minggu (19/1/2020) sore

Pria 40 tahun ini, tidak menduga jika bayi yang mengapung dibawa jembatan bambu itu adalah bayi. Hal itu lantaran saat ditemukan bercampur dengan sampah sungai yang mengapung.

“Karena ragu itu, kemudian saya pastikan kalau memang bayi maka kami laporkan ke perangkat desa atas temuan mayat bayi itu,” ungkap warga RT 15, RW 03 Desa Ngaresrejo ini.

Sementara Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana menegaskan penemuan bayi malang itu sekitar pukul 15.00 WIB. Bayi malang itu, ditemukan saksi Hadi Suyitno (40) yang hendak membersihkan kotoran sampah yang ada di sungai kawasan Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono Sidoarjo itu.

“Karena ada bau busuk menyengat, akhirnya saksi mencari sumber bau itu. Kemudian didapati mayat bayi laki-laki yang sudah membusuk mengapung dan tersangkut diantara sampah sungai itu,” tegasnya.

Karena dipastikan bau busuk dari mayat bayi itu, kata mantan Kapolsek Sedati ini, kemudian temuan itu dilaporkan sakai ke Ketua RT 15, Fuad. Kemudian Ketua RT melanjutkan laporan ke salah seorang perangkat desa, Yasin hingga dilaporkan ke Polsek Sukodono itu.

“Saat ini, mayat bayi itu sudah dievakuasi dan dikirim ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler