Connect with us

Hukum & Kriminal

Tak Bayar Pajak, Berlian Rp 1,59 Miliar Milik Warga India Dilelang Bea Cukai Juanda

Diterbitkan

||

Tak Bayar Pajak, Berlian Rp 1,59 Miliar Milik Warga India Dilelang Bea Cukai Juanda

Memontum Sidoarjo – Tim gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda terpaksa mengamankan gem stone berupa emerald, belian dan berlian hitam senilai Rp 1,59 miliar. Berlian bernilai miliaran ini diamankan karena pemiliknya, MMS warga India tidak membayar pajak masuknya barang itu.

“Pelaku menyelundupkan gem stone ini saat naik pesawat Air Asia QZ-321 2 Pebruari 2019 lalu,” terang Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harijanto kepada Memontumcom, Senin (23/12/2019).

DILELANG - Penyelundupkan 24 bungkus Gem Stone berupa Emerald, Berlian, dan Berlian Hitam yang dibawa menumpang pesawat Air Asia QZ-321, MMS warga India senilai Rp 1,59 miliar dilelang KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Senin (23/12/2019)

DILELANG – Penyelundupkan 24 bungkus Gem Stone berupa Emerald, Berlian, dan Berlian Hitam yang dibawa menumpang pesawat Air Asia QZ-321, MMS warga India senilai Rp 1,59 miliar dilelang KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Senin (23/12/2019)

Lebih jauh, Budi menguraikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang dibawa penumpang dan awak sarana pengangkut pada Pasal 9 ayat 1. Isinya barang impor yang dibawa oleh penumpang atau awak Sarana Pengangkut wajib diberitahukan kepada Pejabat Bea dan Cukai di Kantor Pabean. Sedangkan untuk barang pribadi penumpang nilai pembebasan Bea Masuk USD 500 per orang.

“Dengan adanya lelang Gem Stone (Emerald, Berlian, Berlian Hitam) ini membuktikan Bea Cukai Juanda tetap konsisten dalam menjalankan tugas disamping sebagai Community Protector juga sebagai Revenue Collector,” imbuhnya.

Budi menegaskan jika Gem Stone yang dibawa Mr MMS warga India ini sebetulnya bukan barang ilegal. Namun ada keharusan bayar pajak. Hal itu belum dilakukan MMS yang totalnya sekitar Rp 1.59 miliar.

“Kalau MMS sudah membayar bea yang sudah ditentukan, maka barang tersebut tidak akan dilelang seperti sekarang ini,” tegasnya.

Sementara berdasarkan uji keaslian dan nilai taksiran dari Kepala Kantor dan hasil pengujian PT Pegadaian diketahui 24 bungkus Gem Stone tersebut dinyatakan asli. Nilainya taksiran harga barang sejumlah Rp 1,59 miliar. Karena nilai harga barang yang signifikan maka Bea Cukai Juanda menetapkan barang ini untuk dijual melalui mekanisme lelang.

“Nilai limit lelang berdasarkan perkiraan harga taksiran dari PT Pegadaian terhadap 24 bungkus Gem Stone maka ditetapkan harga limit lelang adalah Rp 596.293.500,” pungkasnya. Wan/yan

 

Hukum & Kriminal

Jaksa KPK Beber Rekaman Telepon Bupati Sidoarjo Nonaktif, Pengacara Abah Ipul Keberatan

Diterbitkan

||

PERCAKAPAN - Jaksa KPK berusaha memutar sejumlah percakapan telepon antara terdakwa, Saiful Ilah dan para pejabat di ULP Sidoarjo serta rekanan pemenang tender yang membuat Penasehat Hukum (PH) terdakwa keberatan dalam sidang, Rabu (1/7/2020)
PERCAKAPAN - Jaksa KPK berusaha memutar sejumlah percakapan telepon antara terdakwa, Saiful Ilah dan para pejabat di ULP Sidoarjo serta rekanan pemenang tender yang membuat Penasehat Hukum (PH) terdakwa keberatan dalam sidang, Rabu (1/7/2020)

Memontum Sidoarjo – Penasehat Hukum (PH) terdakwa kasus dugaan korupsi Bupati Nonaktif Sidoarjo, Saiful Ilah (Abah Ipul) keberatan dengan pembuktian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di JL Raya Juanda, Sidoarjo. Alasan PH terdakwa lantaran pemutaran rekaman tidak dimengerti oleh para pejabat Unit Pelayanan Lelang (ULP) Pemkab Sidoarjo dan rekanan yang menjadi saksi di persidangan itu.

Hal ini setelah jaksa KPK memutar sejumlah rekaman percakapan hasil sadapan KPK dalam sidang dengan terdakwa Bupati Sidoarjo Nonaktif, Saiful Ilah itu, Rabu (01/07/2020). Apalagi, yang diputar tidak hanya suara, akan tetapi juga transkrip percakapan itu melalui proyektor. Termasuk percakapan Saiful Ilah dengan Judi Tetrahastoto, percakapan Ibnu Gofur dengan Totok Sumedi, Ibnu Gofur dengan Dedi serta percakapan Ibnu Gofur dengan istrinya itu.

Salah seorang tim Penasehat Hukum Saiful Ilah pun protes ke majelis hakim beberapa kali. PH keberatan rekaman dan transkrip dibuka dalam sidang terbuka untuk umum itu. Alasannya, lima orang saksi yang sedang dihadirkan di persidangan tidak terkait dengan berbagai percakapan itu.

“Kami keberatan majelis hakim. Apa yang ditampilkan JPU tidak ada kaitannya dengan para saksi yang dihadirkan dalam sidang pemeriksaan saksi kali ini,” ujar Samsul Huda Ketua Tim Penasehat Hukum terdakwa Saiful Ilah yang berusaha memotong JPU saat hendak memutar rekaman percakapan.

Tak hanya sekali, PH Saiful Ilah juga memprotes dan menyela hingga beberapa kali dalam sidang itu. Saat JPU hendak memutar rekaman lain juga diprotes dan merasa keberatan. Bahkan menganggap JPU hanya berusaha menggiring permasalahan utama perkara ini.

“Dalam percakapan itu, saksi tidak mendengar langsung percakapan antara bupati (Saiful Ilah) dengan PPK (Judi Tertrahastoto). Itu sudah disampaikan saksi jika dalam pembicaraan itu tidak di-loudspeaker (tak menggunakan pengeras suara). Jadi kami keberatan dan mohon dimasukkan catatan saja,” ungkap Samsul Huda saat menyela JPU ketika hendak memutar rekaman saat memintai keterangan saksi Yugo (taf ULP Pemkab Sidoarjo).

Sayangnya, Ketua Majelis Hakim justru berpendapat lain. Majelis hakim menyetujui sejumlah upaya JPU membuka seluruh isi percakapan telepon itu. Hal ini untuk menguatkan pernyataan saksi yang sempat mendengar percakapan Judi Tetrahastoto dengan bupati itu.

“Untuk keberatan Penasehat Hukum (PH) sudah kami catat. Silakan dilanjutkan (diputar) percakapan-percakapan itu,” tegas Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gedhe Artana.

Di dalam percakapan antara Saiful Ilah dengan Ketua PPK Judi Tetrahastoto diantaranya berisi agar PPK membatalkan sanggahan yang diajukan PT Gentayu terkait proyek JL Raya Candi-Prasung senilai Rp 21 miliar lebih itu. Saat itu, Judi menerima telepon di depan Yugo. Setelah memerima telepon, Judi juga menyampaikan ke Yugo barusan ditelepon Bupati. Isinya menyampaikan sejumlah arahan.

“Saya hanya mendengar injih, injih saja. Seperti itu suaranya saat Pak Judi telepon. Tapi saya tidak mendengar semua karena tidak di-laudspeaker. Pak Judi menyampaikan ada telepon dari bupati untuk menolak sanggahan PT Gentayu itu saja,” kata Yugo menjawab pertanyaan salah seorang JPU KPK.

Dalam sidang kesaksian ini, meski saksi terkesan memberikan keterangan berbelit-belit, akan tetapi saksi Yugo akhirnya mengakui beberapa hal yang disampaikan JPU. Bahkan tidak hanya Yugo, saksi Bayu Setyo Karisma juga staf ULP, terkesan berbelit-belit ketika menjawab pertanyaan JPU dalam sidang itu. Bayu sampai berulang kali ditanyai secara keras oleh tim majelis hakim dan JPU KPK. Akan tetapi, saksi Bayu masih tetap berputar-putar ketika menjawab pertanyaan. Akan tetapi saksi tidak bisa berbuat banyak, ketika JPU KPK memutarkan rekaman percakapan hasil sadapan penyidik KPK itu.

Terungkap di persidangan, percakapan antara Saiful Ilah dengan Judi Tetrahastoto, Ibnu Gopur dengan Dedi, dan Ibnu Gopur dengan istrinya terkait permintaan uang dari Pokja pembangunan JL Raya Candi-Prasung agar tender dimenangkan Ibnu Gofur itu. Bahkan salah seorang kontraktor yang juga dihadirkan sebagai saksi, terungkap dalam rekaman, ketika Ibnu Gopur menghubunginya terkait adanya sanggahan dari Gentayu menyarankan untuk ke bupati saja.

“Soal lelang saja harus ke Bupati. Kenapa ke bupati? Hubungannya apa bupati dengan pokja JL Raya Candi-Prasung,” tanya JPU di tengah persidangan.

Saksi rekanan ini, akhirnya mengakui jika selama ini sering mengetahui Ibnu Gopur berhubungan dengan Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah.

Sementara salah seorang tim JPU KPK, Arif Suhermanto menegaskan saksi Yugo dan Bayu 30 Juli 2019 ada pertemuan yang dilatarbelakangi telepon bupati agar dibantu memenangan Ibnu Gopur dalam tender proyek di Pemkab Sidoarjo. Hal ini menunjukkan relevansi dengan kepentingan bupati yang menelepon PPK itu.

“Fakta, walaupun di Pokja ada eveluasi ulang yang terjadi adalah kemenangan tender tetap diberikan kepada Ibnu Gopur. Dalam percakapan Ibnu Gopur dengan istrinya sore hari soal permintaan uang pokja yang meminta uang Rp 100 juta. Titipan Gopur kepada Totok Sumedi diberikan kepada Pokja. Totok menyampaikan kepada Yugo. Kemudian Yugo menyerahkan ke Bayu dan dibagi semua Pokja JL Raya Candi-Prasung,” tandasnya.

Dalam kasus ini, Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah dan Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto, serta Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji didakwa pasal yang sama. Yakni pasal 12 huruf b UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Saiful Ilah disebut menerima Rp 550 juta, Sunarti menerima Rp 227 juta, Judi Tetra menerima Rp 350 juta, dan Sangadji menerima Rp 330 juta dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Vianisty Bakar Alphard Via Vallen, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Diterbitkan

||

DIAMANKAN - Tersangka pembakar mobil Toyota Alphard milik pedangdut Via Vallen, VJ (41) warga Medan diamankan polisi di Polsek Tanggulangin, Selasa (30/06/2020)
DIAMANKAN - Tersangka pembakar mobil Toyota Alphard milik pedangdut Via Vallen, VJ (41) warga Medan diamankan polisi di Polsek Tanggulangin, Selasa (30/06/2020)

Memontum Sidoarjo – Tim penyidik Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo dan Polsek Tanggulangin berhasil meringkus VJ (41) warga Medan. VJ diringkus karena diduga kuat sebagai pelaku utama dalam kasus pembakaran mobil Toyota Alphard warna putih milik pendangdut, Via Vallen di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (30/6/2020).

Berdasarkan pengakuan saat diperiksa tim penyidik di Polsek Tanggulangin, tersangka ingin bertemu artis idolanya itu secara langsung.

“Pendek kata dia (pelaku) ngefans (vianisty). Namanya juga orang ngefans,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, Selasa (30/6/2020) usai menginterogasi VJ.

Menurut Sumardji pelaku datang dari Medan sengaja datang ke Sidoarjo, hanya untuk bertemu artis idolanya itu. Bahkan dari Cikarang menuju Sidoarjo, pelaku menumpang truk.
“Pelaku disini (lokasi) sudah 7 hari terakhir. Selama ini tidur di warung depan gang rumah Via Vallen itu,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, lanjut Sumardji masih dalam tahap penyelidikan di Polsek Tanggulangin. Saat diperiksa pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini lantaran jawaban pelaku terkesan tidak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan tim penyidik maupun saat diinterogasi Kapolresta Sisoarjo.

“Terduga masih belum mengatakan apa-apa. Dia masih pura-pura gila. Kalau ditanya jawabnya tidak tahu. Kami butuh waktu agar hati pelaku tenang kembali agar bisa dikorek keterangannya,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah barang bukti yang diamankan di lokasi saat olah TKP, kata Sumardji diantaranya polisi menemukan botol bekas bensin yang dipakai menyiram mobil, kertas untuk membakar, korek api dan tas milik pelaku yang diduga berisi berbagai barang klenik.

“Semua sudah diamankan dan dibawa ke Polsek Tanggulangin,” paparnya.

Baca : Alphard Via Vallen Diduga Dibakar, Polisi Temukan Jirigen BBM

Sementara berdasarkan informasi di lapangan, dari beberapa saksi baik warga maupun keluarga korban, sebelumnya pelaku sudah mondar-mandir selama sepekan di sekitar rumah korban (Via Vallen).

“Betul (pelaku sudah mondar-mandir sebelum kejadian. Dihadapan petugas pelaku mengaku sudah 7 hari di Sidoarjo. Tidurnya di warung depan gang rumah Via Vallen,” pungkasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Alphard Via Vallen Diduga Dibakar, Polisi Temukan Jirigen BBM

Diterbitkan

||

TERBAKAR - Mobil Toyota Alphard warna putih milik pedangdut Via Vallen diduga dibakar orang tak dikenal menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat di parkir di rumahnya di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (30/6/2020)
TERBAKAR - Mobil Toyota Alphard warna putih milik pedangdut Via Vallen diduga dibakar orang tak dikenal menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat di parkir di rumahnya di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (30/6/2020)

Memontum Sidoarjo – Sebuah mobil Toyota Alphard warna putih milik pedangdut Via Vallen diduga dibakar orang tak dikenal, Selasa (30/6/2020) dini hari. Mobil diduga dibakar orang saat di parkir di dekat rumah Via Vallen di Desa Kalitengah, Kecamatan Tangulangin, Sidoarjo.

Dalam kebakaran mobil mewah itu, sempat terjadi ledakan. Bahkan kebakaran mobil artis ibu kota ini sempat viral di media sosial (Medsos).

Di tayangan video kebakaran di Media sosial terlihat suara ledakan ketika mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Sidoarjo datang ke lokasi kejadian.

“Ya Allah. Yo Arek iku, wes tak perkorokno (ya orang itu yang membakar),” kata seorang perempuan di dalam tayangan video di Medsos, Selasa (30/6/2020).

Dalam video pembakaran itu, perempuan ini mengungkapkan orang berpawakan hitam yang membawa jirigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mobil milik keluarga pedangdut Via Vallen diduga kuat dibakar orang tak dikenal itu.

Sementara dugaan pembakaran mobil Alphard milik pedangdut Via Vallen menjadi perhatian aparat Polresta Sidoarjo. Petugas Polresta Sidoarjo mulai menyelidiki dugaan pembakaran mobil itu. Bahkan Labfor Forensik Polda Jatim dikerahkan untuk menyelidiki kebakaran itu.

“Kami akan melibatkan petugas Laboratorium Forensik Polda Jatim untuk melakukan penyelidikan di TKP siang ini,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji.

Menurut Sumardji, sebelumnya memang dilaporkan mobil milik Via Vallen terbakar diduga akibat dibakar orang tak dikenal. Namun penyebab pastinya apakah karena dibakar orang atau korsleting listrik itu masih dalam penyelidikan.

“Masih dalam penyelidikan penyebab utamanya. Di TKP petugas menemukan botol BBM (bahan bakar) dan sebuah tas,” tegasnya.

Sementara saat ini mobil mewah milik Via Vallen itu tampak ditutupi terpal di samping rumah pedangdut itu. Sejumlah orang melarang wartawan untuk mengambil gambar mobil yang terbakar itu. Bahkan jalan (gang) menuju samping rumah Via Vallen dipasang penutup jalan menggunakan tangga. Wan/Gus/yan

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler