Connect with us

Politik

Tiga Bacabup Sidoarjo Adu Visi dan Misi Dihadapan Pimpinan PPP Sidoarjo

Diterbitkan

||

VISI MISI - Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) PPP Sidoarjo dihadiri 3 Bacabup yang menyampaikan visi dan misinya masing-masing di Hotel Luminor, Sidoarjo, Rabu (1/7/2020)
VISI MISI - Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) PPP Sidoarjo dihadiri 3 Bacabup yang menyampaikan visi dan misinya masing-masing di Hotel Luminor, Sidoarjo, Rabu (1/7/2020)

Memontum Sidoarjo – Sedikitnya tiga Bakal Calon Bupati (Bacabup) beradu visi dan misi masing-masing di Hotel Luminor Sidoarjo, Rabu (1/7/2020). Penyampaikan visi misi masing-masing Bacabup ini sebagai salah satu tahalan yang harus dilalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sidoarjo menyambut pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Karena itu, partai berlambang Ka’bah ini mulai menggelar penjaringan Balal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup). Salah satu tahapannya, meminta calon memaparkan visi-misinya di forum Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) PPP Sidoarjo, di Hotel Luminor, Rabu (1/7/2020).

“Penyampaian visi dan misi calon di forum Rapimcab ini sebagai salah satu syarat mengikuti penjaringan Bacabup Sidoarjo melalui PPP. Forum ini forum proses penjaringan, untuk penyampaian visi dan misi bakal calon yang didengarkan pengurus DPC dan PAC PPP Sidoarjo,” ujar Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffa’ Noer, Rabu (1/7/2020) sore usai penyampaian visi dan misi.

Musyaffa’ menjelaskan setelah penyampaian visi dan misi, bakal ada tanggapan umum dari beberapa PAC PPP Sidoarjo. Sehingga, Rapimcab ini bukan forum pengambilan keputusan, tapi salah satu proses yang harus dilalui bakal calon.

“Masih banyak lagi syaratnya, mulai dari elektabilitas, popularitas, tingkat keterpilihan dan lain sebagainya. Target PPP, siapa pun yang diusung, bakal terpilih sebagai Bupati Sidoarjo,” imbuhnya.

Menurut Musyaffa’, yang berhak mengeluarkan rekomendasi pasangan calon itu adalah DPP PPP. Pihaknya saat ini hanya melakukan proses penjaringan paslon. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mengantongi rekomendasi PPP sebagai paslon di Pilkada. Alasannya calon yang diusung tidak hanya sekedar diusung, dan tidak sekedar calon, tetapi bagaimana caranya bisa terpilih sebagai kepala daerah itu.

“Hari ini, ada tiga bakal calon yang menyampaikan visi misi di forum Rapimcab PPP Sidoarjo tersebut. Yakni Bambang Haryo Soekartono (BHS), Kelana Aprilianto dan M Bahrul Amig. Untuk visi dan misi Bahrul Amig, disampaikan perwakilannya, karena yang bersangkutan statusnya masih sebagai PNS,” tegasnya.

Musyaffa’ merinci PPP tidak mengeluarkan surat tugas untuk bakal calon. Alasannya, waktu pelaksanaan Pilkada yang sudah semakin dekat. Namun PPP bakal langsung mengeluarkan surat rekomendasi.

“Rekomendasi PPP untuk Pilkada 2020 bakal dikeluarkan akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2020 mendatang. Kecuali kalau ada masalah. Antar satu daerah dengan daerah lain kan berbeda situasinya. Semua bergantung dengan rekom partai lain. Karena PPP di Sidoarjo satu kursi,” paparnya.

Sementara Bacabup Kelana Aprilianto mengaku mengikuti mekanisme PPP. Alasannya, setiap partai tentu mempunyai aturan main. Dia pun berharap PPP bisa bergabung dengan dirinya.

“Keputusan saya kembalikan ke semua pengurus partai, kepada siapa partai akan memberikan rekom,” kata Mas Kelana.
Sedangkan Bacabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi Rapimcab PPP Sidoarjo. Apalagi telah memberikan kesempatan semua balal calon, termasuk dirinya untuk menyampaikan visi dan misi sebagai Bacabup Sidoarjo.

“Tahapan di PPP ini sangat baik. Termasuk partai yang tertib. Semua kader atau orang yang akan mencalonkan lewat PPP harus menyampaikan visi dan misi. Tujuannya agar tidak ada memilih kucing dalam karung. Semua visi dan misi calon harus disampaikan ke publik agar diketahui masyarakat secara umum,” tandasnya.

Sementara selain Rapimcab, DPC PPP Sidoarjo juga menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) di Hotel Luminor. Hasilnya, Muscablub menetapkan Zuman Malaka sebagai Ketua Terpilih DPC PPP Sidoarjo. Zuman terpilih secara aklamasi. Muscablub ini dihadiri DPW PPP Jatim dan diikuti seluruh pengurus DPC dan PAC PPP Sidoarjo. Wan/yan

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Miliki Visi Kembangkan Koperasi dan UMKM, FKKW Sidoarjo Dukung BHS – Taufiq

Diterbitkan

||

DUKUNGAN: Pengurus Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FKKW) Sidoarjo menyatakan dukunganya ke paslon Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) yang disampaikan di Media Center BHS JL Diponegoro, Sidoarjo, Minggu (01/11/2020).
DUKUNGAN: Pengurus Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FKKW) Sidoarjo menyatakan dukunganya ke paslon Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) yang disampaikan di Media Center BHS JL Diponegoro, Sidoarjo, Minggu (01/11/2020).

Memontum Sidoarjo – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo yang digelar 9 Desember 2020, dukungan kepada Pasangan Calon (paslon) nomor urut 1 terus bergulir. Kali ini, giliran Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FKKW) Sidoarjo. Kalangan ibu-ibu ini mendukung Paslon Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq). Alasannya, karena merasa memiliki visi (sevisi).

“Kami mendukung Pak BHS – Taufiq bukan tanpa alasan. Kami yang sebagian besar dari emak-emak ini merasa memiliki visi sama dengan progam dan gagasan yang ditawarkan BHS – Taufiq di Pilkada Sidoarjo. Diantaranya soal progam Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mensejahterakan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujar Ketua FKKW Sidoarjo, Suryati M, Minggu (01/11/2020).

Suryati berharap jika paslon BHS – Taufiq menang maka tidak akan melupakan masyarakat khususnya para emak-emak yang bergerak di bidang Koperasi ataupun UMKM. Pihaknya meyakini, ada kepedulian untuk mengangkat Koperasi Wanita dan UMKM lebih maju dan bangkit. Bahkan mampu mensejahterakan anggota maupun masyarakat Sidoarjo.

“Kami (FKKW) merupakan forum yang terdiri koperasi di seluruh Sidoarjo. FKKW berdiri sejak Tahun 2009 lalu. Kini anggota FKKW sudah tersebar di seluruh kecamatan di Sidoarjo. Di masing-masing kecamatan, kami memiliki anggota dengan jumlah yang berbeda-beda. Setiap kecamatan lebih dari satu koperasi. Di Kecamatan Sidoarjo misalnya, ada 24 koperasi yang beroperasi,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Parminiwati. Salah satu anggota FKKW ini berharap BHS – Taufiq membangkitkan UMKM dan Koperasi Sidoarjo. Pihaknya mendukung BHS – Taufiq karena gagasanya di bidang pendidikan dan penyediaan fasilitas olahraga serta bekerpihakan ke koperasi dan UMKM.

“Kami menilai Pak BHS orangnya sangat peduli. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat memberi dampak signifikan kepada para pedagang maupun koperasi. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki strategi dan gagasan baik untuk meningkatkan perekonomian di Sidoarjo,” tegasnya.

Sementara Tim Pemenangan Paslon 1, Wahyudin menyambut baik dukungan FKKW itu. Menurutnya, Paslon 1 memang memiliki progam yang berkaitan dengan koperasi ataupun UMKM di Sidoarjo. Hal ini, lantaran progam membangun ekonomi kerakyatan.

“Pak BHS – Taufiq ada beberapa fokus permasalahan koperasi yang bakal dituntaskan kalau mendapat kesempatan memimpin Sidoarjo. Pertama permasalahan permodalan dan berikutnya soal profesionalisme anggota koperasi serta koperasi harus mampu membangun kehidupan yang layak sekaligus koperasi dijamin berbadan hukum,” tandasnya. (wan/syn)

Lanjutkan Membaca

Politik

BHS – Taufiq Janjikan Selesaikan Perizinan UMKM

Diterbitkan

||

DIALOG: Cabup Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan pemilik UMKM Tahu, Sudibyo Wiyanto yang ada di Dusun Pandean, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa (27/10/2020).

Pabrik Tahu Tetap Produki saat Covid-19

Memontum Sidoarjo – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq) bakal menyelesaikam semua jenis perizinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Sidoarjo. Rencananya, berbagai perizinan itu bakal diselesaikan dalam waktu 100 hari kerjanya.

Selama ini diketahui, selain soal permodalan ratusan ribu UMKM di Sidoarjo terkendala masalah permodalan perizinan mulai izin PIRT, label halal, hingga sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Saya mengapresiasi pabrik tahu ini. Walaupun belum ada mereknya. Saya minta segera mengajukan merek (Juke Abadi). Semua jenis perizinan bagi UMKM akan jadi tugas 100 hari kerja. Saya akan merealisasikan UMKM yang mengajukan berbagai merek perizinan di wilayah Sidoarjo,” ujar BHS, Selasa (27/10/2020) saat berkunjung ke Pabrik Tahu di Dusun Pandean, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, menilai dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, pabrik tahu ini bisa beroperasi dengan bagus. Bahkan karyawannya 40 orang masih bisa bekerja semua sejak adanya pandemi. Menurutnya, meski ada penurunan permintaan akan tetapi bisa disiasati dengan memindahkan pasar penjualan ke Madura dan sejumlah tempat lainnya. Bahkan produknya juga diminati warga Madura. Hal ini menunjukkan produknya memang layak jual.

“Kalau saya diamanahi jadi bupati, maka akan saya upayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sidoarjo. Karena selama ini Sidoarjo kekurangan pasokan tahu. Karenanya banyak produk tahu dari Jombang dan lainnya masuk ke Sidoarjo. Kalau ada merek, pasti berkembang dan bisa masuk ke pasar dan swalayan-swalayan yang ada di Sidoarjo. Makanan tahu dan tempe sudah menjadi makanan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, mengungkapkan kendala lainnya adalah kestabilan harga bahan baku kedelai yang saat ini mencapai Rp 7.500 per kilogram. Karena itu, BHS bakal meminta Presiden Jokowi untuk menstabilkan harga kedelai. Apalagi, harga kedelai Amerika hanya Rp 2.500 per kilogram.

“Kalau tak disetujui, maka Sidoarjo bisa langsung impor kedelai. Saya akan mengajukan ke Menteri Perdagangan (Mendag) agar bisa impor kedelai sendiri agar mendapatkan harga yang lebih murah. Kalau perlu Sidoarjo meniru NTB yang bisa memproduksi kedelai dengan kualitas lebih baik dari kedelai Amerika. Agar Sidoarjo bisa swasembada 11 kebutuhan pokok,” tegasnya.

Sedangkan yang terpenting, lanjut Cabup Sidoarjo yang diusung 5 partai ini, pabrik tahu ini sudah menerapkan teknologi 4.0 atau zero waste. Semua material bahan baku bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. Misalnya ampas digunakan untuk pakan ternak, cacing dan lain-lain. Bahkan cairannya juga digunakan untuk penggemukan hewan ternak.

“Ini berarti pabrik tahu ini sudah menerapkan manajemen modern. Seharusnya pabrik ini lulus SNI. Ini yang akan saya dorong jadi percontohan bagi pengusaha lain yang profesional agar bisa menjadi industri besar,” jelasnya.

Sementara pemilik pabrik tahu, Sudibyo Wiyanto menegaskan jika usahanya sudah dirintis sejak Tahun 2009 lalu. Sejak pandemi, memang ada penurunan 10 – 15 persen, terutama daya beli warga. Makanya dialihkan penjualannya ke Madura dan Surabaya. Selain itu, produksinya menurun dari 2 ton turun menjadi 1,6 ton.

“Kendalanya ya hanya bahan baku kedelai dari Amerika. Apalagi harga kedelai tidak stabil (naik turun). Padahal, kami tidak bisa menaikkan harga jual maupun mengurangi ukurannya. Karena akan kalah bersaing dengan produk tahu lainnya. Soal bahan bakar kami sudah kerjasama dengan DKP Surabaya. Saat pengeprasan pohon daunnya untuk pupuk dana untuk ranting dan pohonnya diambil sebagai bahan bakar tahu,” tandasnya. (wan/ono)

 

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Gus Muhdlor – Subandi Siap Kembangkan Ploso Jadi ‘Kampung Jangkrik’

Diterbitkan

||

ASPIRASI: Cabup Sidoarjo 2020, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog dan menampung aspirasi peternak jangkrik, Mahmud warga Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo agar bisa berkembang dan omzetnya naik berlipat, Senin (26/10/2020).
ASPIRASI: Cabup Sidoarjo 2020, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog dan menampung aspirasi peternak jangkrik, Mahmud warga Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo agar bisa berkembang dan omzetnya naik berlipat, Senin (26/10/2020).

Tak Terpengaruh Covid-19

Memontum Sidoarjo – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – Subandi bakal mengembangkan Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo menjadi kampung peternak jangkrik. Hal ini, karena di kampung yang berbatasan dengan Desa Lajuk, Kecamatan Porong ini, terdapat puluhan peternak jangkrik.

Selain itu, usaha beternak jangkrik tidak membutuhkan modal besar. Bahkan, juga tidak terpengaruh adanya pandemi Covid-19 di tengah usaha lain omzetnya menurun dratis sejak adanya pandemi 6 bulan lalu.

Salah seorang peternak jangkrik, Mahmud mengakui usaha yang sudah dirintisnya sejak beberapa tahun terakhir ini tidak membutuhkan modal terlalu besar. Bahkan tidak membutuhkan keahlian secara khusus.

“Semua orang bisa beternak jangkrik. Karena tidak butuh modal besar dan tidak ada keahlian khusus. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak jangkrik agar meraup banyak keuntungan. Salah satunya bantuan permodalan untuk memperbesar usaha rumahan atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini,” ujar Mahmud, Senin (26/10/2020).

Mahmud menjelaskan hanya dalam hitungan sekitar 2-3 hari sekali, dirinya mampu menjual hasil ternak jangkrik ke para pelanggannya. Alasannya, dalam hitungan hari, jangkrik sudah mampu berkembangbiak dalam jumlah banyak. Bahkan setiap hari jangkrik dewasa bisa dijual ke pelanggan yang rata-rata berjualan pakan ternak mulai sebagai pakan burung, ikan hingga reptil.

“Kalau pemasaran jangkrik sangat banyak. Selain kami melayani toko pakan ternak di Sidoarjo dan sekitarnya. Selain itu, kami juga sudah memasok jangkrik hingga keluar Provinsi Jatim. Bahkan permintaan pelanggan jangkrik tak terpengaruh adanya pandemi Covid-19 karena stabil. Meski selama ini, peternak jangkrik sekampung ini tidak mendapatkan perhatian Pemkab Sidoarjo sama sekali,” tegasanya.

Sementara menanggapi keluhan para peternak jangkrik itu, Cabup yang diusung PKB, Gus Muhdlor menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian daerah. Oleh karena itu, putra KH Agoes Ali Masyhuri ini mengapresiasi para peternak jangkrik itu. Apalagi, pergerakan perekonomian kerakyatan yang tetap tumbuh baik di tengah pandemi Covid-19.

“Kami (Gus Muhdlor-Subandi) ingin membuat perubahan yang lebih baik bagi para pelaku UMKM. Salah satunya, melalui program 20.000 UMKM Naik Kelas. Itu menjadi salah satu komitmen dan konsen kami membangun Sidoarjo. Kami menginginkan para peternak jangkrik misalnya lebih baik segi permodalannya agar mampu memenuhi kebutuhan pengembangan pemasarannya,” ungkapnya.

Selain itu, Alumnus Fisip Unair Surabaya ini, pihaknya juga bakal menyiapkan pelatihan dan pembinaan. Terutama bagi pemilik UMKM pemula. Mereka bakal diberi pelatihan dan didampingi para mentor (tenaga ahli). Gus Muhdlor mencontohkan, misalnya pembinaan soal cara berjualan secara online (digital). Bahkan, tidak menutup kemungkinan Desa Ploso bakal dibranding dijadikan Kampung Peternak Jangkrik.

“Itu belum ada di Sidoarjo. Kami yakin itu, akan mendorong penyerapan tenaga kerja baru. Selain itu, dalam jangka panjang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga peternak dan warga sekitarnya. Karena menyerap tenaga kerja dari warga sekitar itu,” jelas Alumi SMAN 4 Sidoarjo ini.

Bagi Direktur Pendidikan Pesantren Bumi Sholawat ini, pelatihan dan pendampingan itu, tidak hanya bagi peternak jangkrik saja. Akan tetapi, para UMKM lain juga bakal diberi perhatian lebih oleh tim Paslon yang diusung PKB ini.

“UMKM naik kelas atau perkembangan level usaha (scaling up) juga mendapat pelatihan dan pembinaan khusus. Misalnya, para pelaku UMKM di Sidoarjo diberi stimulus usaha mikro sesuai level (tingkatan) usahanya. Itu akan menggerakkan perekonomian. Tujuannya agar yang usaha mikro naik menjadi kecil, yang kecil naik menjadi menengah dan yang menengah bisa naik kelas menjadi sedang. Bahkan yang usaha berskala sedang bisa menjadi besar,” tandasnya.

Diketahui jumlah pelaku UMKM di Sidoarjo terus meningkat. Berdasarkan datanya Tahun 2017 ada sebanyak 206.934 UMKM, Tahun 2018 angka itu meningkat menjadi 207.184 UMKM dan Tahun 2019 mencapai 207.664 UMKM dengan berbagai jenis usaha. (wan/ono)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler