Connect with us

Pemerintahan

Fraksi Dewan Soroti Silpa Dinas PUBM Rp 288 Miliar dan Dinas Pendidikan Rp 102 Miliar

Diterbitkan

||

Fraksi Dewan Soroti Silpa Dinas PUBM Rp 288 Miliar dan Dinas Pendidikan Rp 102 Miliar

Memontum Sidoarjo – Sejumlah fraksi yang ada di DPRD Sidoarjo menyoroti soal Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2019 sesuai Raperda Pertanggungjawaban APBD 2019 kemarin. Sorotan yang disampaikan dalam Pandangan Umum (PU) masing-masing fraksi itu, lantaran Silpa di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu terlalu tinggi.

Dalam paripurna yang disiarkan secara virtual ini sorotan Silpa itu, terutama Silpa yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) yang mencapai Rp 288 miliar. Selain itu, Silpa yang ada di Dinas Pendidikan yang mencapai Rp 102 miliar.

SERAHKAN - Juru Bicara (Jubir) Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, Subandi menyerahkan Pandangan Umum (PU) Silpa di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pendidikan yang dinilai terlalu besar mencapai Rp 288 miliar dan Rp 102 miliar saat paripurna, Senin (13/7/2020)

SERAHKAN – Juru Bicara (Jubir) Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, Subandi menyerahkan Pandangan Umum (PU) Silpa di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pendidikan yang dinilai terlalu besar mencapai Rp 288 miliar dan Rp 102 miliar saat paripurna, Senin (13/7/2020)

“Dalam laporan pertanggung jawaban yang sudah dibahas, Dinas PU BMSDA serapan anggarannya sangat minim. Yakni hanya mampu menyerap anggaran 2019 sebesar 56 persen. Sehingga ada Silpa masih tersisah Rp 288 miliar,” ujar Juru Bicara (Jubir) Fraksi PKB, Subandi dalam paripurna, Senin (13/07/2020).

Lebih jauh, mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati menilai Silpa sangat besar. Padahal, kondisi infrastruktur di Sidoarjo juga perlu diperhatikan. Hal ini lantaran masih banyak ditemukan jalan rusak.

“Bahkan banyak sungai yang harus dinormalisasi karena rawan menjadi penyebab banjir saat musim hujan,” imbuh Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini.

Begitu juga Fraksi Nasdem dan Demokrat DPRD Sidoarjo. Jubir Fraksi Nasdem dan Demokrat, Zahlul Yuzzar. Menurutnya Silpa di Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo mencapai Rp 102 miliar.

“Silpa itu terlalu besar. Itu evaluasi kami,” tegas Wakil Ketua Fraksi Nasdem dan Demokrat DPRD Sidoarjo ini.

Sementara menanggapi besarnya Silpa itu, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengungkapkan jika tingginya Silpa di sejumlah dinas itu juga karena faktor dinas yang mendapat alokasi anggaran cukup tinggi. Menurutnya, Silpa tinggi karena OPD itu mendapatkan alokasi anggaran juga tinggi.

“Karena anggaran tinggi, wajar Silpanya tinggi. Mudah-mudahan apa yang dikritik dewan akan menjadi bahan evaluasi,” katanya.

Politisi PKB ini menambahkan, salah satu alokasi anggaran yang belum tuntas di Dinas PUBMSDA adalah persoalan pengadaan lahan dan Pembangunan Frontage Road (FR) 9,2 kilometer. Bahkan sampai saat ini salah satu kendalanya adalah soal pembebasan lahan yang masih belum tuntas.

“Soal pembanunan FR harus tetap berjalan meski tidak bisa dipastikan tuntas tahun ini. Saya sudah mengusulkan lahan lahan yang sudah dibebaskan mulai dibangun terlebih dahulu agar hasilnya kelihatan. Tidak menunggu pembebasan lahannya tuntas semua seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko sependapat proyek pembangunan FR sepanjang 9,2 kilometer dikerjakan secara bertahap.

“Kami sudah merekomendasikan harus ada pembangunan fisik. Entah 1 kilometer atau 2 kilometer. Tujuannya agar masyarakat tahu perkembangan (progress)-nya,” tandasnya. Wan/yan

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bupati Sidoarjo Lantik Direksi PDAM Delta Tirta

Diterbitkan

||

Memontum Sidoarjo – Direksi PDAM Delta Tirta masa bhakti 2021- 2026, akhirnya dilantik oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Senin (14/06) tadi. Pelantikan yang digelar di pendopo Delta Wibawa, berlangsung dengan khidmat dan disaksikan pimpinan Forkopimda, Sekretaris Daerah dan Asisten Setda Kabupaten Sidoarjo dan kepala OPD se-Kabupaten Sidoarjo.

Jajaran direksi PDAM Delta Tirta yang dilantik, Dwi Hari Suryadi menjabat sebagai Direktur Utama, Fatihul Faizun sebagai Direktur Pelayanan, dan Slamet Setyawan sebagi Direktur Operasional. Direktur Administrasi masih dijabat oleh Pejabat Sementara (Pjs).

Baca Juga:

    Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, dalam kesempatan itu berpesan kepada para Direksi PDAM yang telah dilantik, agar dapat menggunakan kesempatan pengabdian ini dengan baik. Tugas berat sebagai jajaran direksi baru, yakni memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Sidoarjo.

    “Para direksi baru ini harus bisa menjawab tugas langsung dari pemerintah pusat, yakni dengan jatah air umbulan sekitar 1.200 liter per detik. Jangan menyia-nyiakan proyek umbulan ini,” kata Bupati Sidoarjo. Kedepannya, Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor, menekankan kembali bahwa PDAM butuh inovasi – inovasi di era industri 4.0. (kom/sit)

    Lanjutkan Membaca

    Kota Malang

    RS Lapangan Ijen Boulevard Rawat 199 Pasien, Warga Kota Malang Dominasi Perawatan

    Diterbitkan

    ||

    oleh

    Memontum Malang Kota – Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard beroperasi sejak diresmikan pada 16 Desember 2020 lalu. Berdasarkan data rumah sakit, total sudah ada 199 pasien yang dirawat sampai hari ini atau Sabtu (2/1).

    Kepala RS Lapangan Ijen Boulevard, dr. Heri Sutanto, mengatakan jumlah tersebut adalah akumulasi. Di mana, yang masih dalam perawatan sebanyak 66 pasien, dengan rincian 36 laki-laki, dan 30 pasien perempuan.

    “Ini jumlah akumulasi ya, total ada 199 pasien. 115 diantaranya sudah sembuh, ada 11 pasien dirujuk karena kondisi memberat dan 7 pulang isolasi mandiri. Untuk hari ini (2/1) ada 16 yang sembuh, sedangkan yang masuk ada 4 pasien,” ungkapnya.

    Masih menurutnya, dari 199 pasien yang dirawat, mayoritas berasal dari Kota Malang sejumlah 139. Kemudian, dari Kabupaten Malang sebanyak 26 dan Sidoarjo 5 orang. Terdapat masing-masing 3 pasien yang berasal dari Kediri, Blitar dan Jember.

    Untuk yang berasal dari Depok dan Bogor, sama-sama berjumlah 2 pasien. Selanjutnya, pasien asal Kota Probolinggo, Kota Yogyakarta, Barito Selatan, Tarakan, Batam, Samarinda, Nganjuk, Jombang, Jayapura, Tulungagung, Tuban, Gresik, Banyumas, Mojokerto, Ponorogo, dan Langsa masing-masing sejumlah 1 orang.

    Heri menambahkan, saat ini jumlah bed tersedia sebanyak 224. “Masing-masing untuk laki-laki dan perempuan sebanyak 112 bed. Mayoritas yang dirawat disini adalah pasien tanpa gejala,” jelasnya.

    Menurut Heri, pihaknya akan bersiap untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan daya tamping RS Lapangan Ijen Boulevard yang sebanyak 306 bed itu. (cw1/sit)

    Lanjutkan Membaca

    Pemerintahan

    Ini Cara Pemkab Sidoarjo Tangani Limbah Domestik

    Diterbitkan

    ||

    PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan paparan soal penanganan air limbah domestik di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).
    PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan paparan soal penanganan air limbah domestik di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

    Memontum Sidoarjo – ­ Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Dampak Limbah Domestik bagi ratusan pelaku industri di Sidoarjo. Sosialisasi ini diikuti ratusan perwakilan perusahaan.

    Berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri LHK No P 68/Menlhk-Setjen/2016 mengenai Baku Mutu Air Limbah Domestik. Secara garis besar, baku mutu air limbah domestik terdiri dari 3 bagian yaitu rumah tangga dan/atau usaha dan/atau kegiatan di lokasi darat, usaha dan/atau kegiatan di lokasi perairan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

    Air limbah domestik yang dimaksud pada peraturan itu adalah black water dan grey water. Selain itu, pengolahan air limbah domestik dilakukan secara tersendiri. Yaitu tanpa menggabungkan dengan pengolahan air limbah dengan jenis air limbah domestik maupun secara terintegrasi, melalui penggabungan air limbah dengan jenis air limbah lain ke dalam satu sistem pengolahan air limbah.

    SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.

    SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.

    Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan mengingatkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK, industri diwajibkan mengelola limbahnya sebelum di buang ke sungai.

    “Semua perusahaan sekarang tidak boleh membuang langsung limbahnya ke sungai. Perusahaan harus mengolah terlebih dulu IPAL-nya sesuai kadar yang diperbolehkan baru dibuang ke sungai. Aturan ini, untuk mencegah dampak limbah domestik yang bisa mencemari air sungai,” ujar Sigit Setyawan di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

    Sosialisasi yang dibuka Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono ini diharapkan seluruh perwakilan perusahaan yang hadir bisa menyampaikan langsung ke pimpinan perusahaan. Mengingat dampak limbah domestik ini, kontribusi terbesarnya dari perusahaan atau industri kemudian disusul limbah usaha kecil dan limbah rumah tangga.

    “Hubungan antara kecerdasan dengan masalah limbah, maka di dalam konsep pembangunan ada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur tinggi, peringkat lima belas. Tapi, derajat kesehatannya masih rendah. Ukuran IPM salah satunya derajat kesehatan. Kami berharap derajat kesehatan meningkat mempengaruhi pola hidup masyarakat yang disiplin menjaga kebersihan agar penanganan dampak limbah ini bisa dilakukan melalui peningkatan IPM,” tegas Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono.

    Cak Hud, mencontohkan limbah sungai berupa popok atau pampers. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon menerima sampah kurang lebih 1.200-an ton per hari. Upaya Pemkab Sidoarjo dalam penyelesaian dampak limbah domestik mulai dari normalisasi sungai dan mengelola sampah di TPA Jabon. Pemkab Sidoarjo saat ini sedang dalam proses membangun pengelolaan sampah untuk mengurai sampah yang masuk.

    “Untuk menjaga kebersihan di pasar-pasar, pengelola diminta kerja ekstra. Dengan shodaqoh kerja, Sabtu – Minggu tetap masuk kerja membersihkan sampah-sampah di pasar,” ungkapnya.

    Sementara berkaitan dengan limbah, ada Jogo Taman Delta, setiap hari Jumat dan Minggu melakukan bersih-bersih. Selain itu, ada program normalisasi sungai, pembersihan sampah rumah tangga seperti popok-popok bayi yang paling banyak dijumpai, maka menangani dampak limbah domestik ini juga membutuhkan kesadaran masyarakat dan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja.

    “Kami meminta agar sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) dikelola terlebih dulu oleh masyarakat sekitar. Ini dilakukan pemilahan dan bisa dimanfaatkan. Sehingga volume sampah yang dibuang di TPA Jabon setiap hari bisa berkurang,” urainya.

    Sedangkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo paling tinggi. Middle income misalnya. Ciri-ciri masyarakat suka rekreasi. Konsumtif, hal ini berdampak pada tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

    “Pekerjaan rumah kami yang belum, tolong untuk industri dan khususnya yang ada di jalan-jalan protokol dijaga kebersihan. Kami tidak ingin terjebak pada pertumbuhan ekonomi Sidoarjo yang sudah tinggi. Kami selaku pimpinan Sidoarjo mengharapkan adanya inovasi dan kreativitas pada sektor ekonomi industri kecil menengah,” tandasnya. (wan/ono)

    Lanjutkan Membaca

    Terpopuler