Connect with us

Politik

Penuhi 125.986 Dukungan Baru atau Gugur

Diterbitkan

||

Penuhi 125.986 Dukungan Baru atau Gugur

Memontum Sidoarjo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo menggelar Rapat Pleno Terbuka soal hasil rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan (independen) dalam Pilkada 2020 di Aula KPU Sidoarjo, Senin (20/7/2020). Hasilnya, pasangan calon perseorangan harus memenuhi 125.986 dukungan baru. Hal ini lantaran dalam pleno itu, yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) hanya 27.850 dukungan.

Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak mengatakan hasil rapat pleno rekapitulasi dukungan untuk dukungan pasangan Agung Sudiyono dan Sugeng Hariyadi yang memenuhi syarat (MS) 27.850 dukungan.

SERAHKAN - Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak menyerahkan hasil Verifikasi Faktual (Verfak) kepada tim pasangan Calon Perseorangan (Independen), Agung Sudiyono dan Sugeng Hariyadi usai pleno di Aula KPU Sidoarjo, Senin (20/07/2020) sore

SERAHKAN – Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak menyerahkan hasil Verifikasi Faktual (Verfak) kepada tim pasangan Calon Perseorangan (Independen), Agung Sudiyono dan Sugeng Hariyadi usai pleno di Aula KPU Sidoarjo, Senin (20/07/2020) sore

Hal ini setelah petugas melaksanakan Verifikasi Faktual (Verfak) dari 70.457 dukungan yang diserahkan pasangan independen itu saat pendaftaran beberapa bulan lalu.

“Sesuai aturannya, syarat minimal dukungan untuk bakal Pasangan Calon (Paslon) Perseorangan sebanyak 90.843 dukungan. Sedangkan selesai dilakukan Verfak yang memenuhi syarat (MS) sebanyak 27.850 dukungan. Kekuranganya adalah 62.993 dukungan dikalikan dua dalam perbaikan selama sepekan mendatang,” ujarnya, Senin (20/7/2020) sore.

Lebih jauh, Iskak memaparkan kebanyakan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena tidak mendukung dan tak ada saksi perantara serta dukungan dari PNS, TNI, Polri, penyelenggara dan anggota Parpol.

“Jumlahnya mencapai ratusan. Detailnya kurang hafal,” imbuhnya.

Sedangkan berdasarkan hasil rapat pleno itu, kata Iskak kekurangan jumlah dukungan paslon perseorangan ini sebanyak 62.993 dukungan. Mereka diberi waktu untuk penambahan kekurangan dukungan ini dalam masa perbaikan mulai tangga 25-27 Juli 2020 mendatang. Sedangkan dalam perbaikan dukungan paslon perseorangan sesuai peraturannya harus dua kali lipat.

“Jadi jumlah dukungam yang harus diperbaiki bakal paslon perseorangan ini mencapai 125.986 dukungan. Nanti perbaikan itu kami tunggu sampai batas waktu tanggal 27 Juli 2020 pukul 24.00 WIB. Kalau tak ada perbaikan ya dinyatakan gugur atau gagal lolos. Kalau mampu memenuhi ya akan diverifiaksi faktual lagi,” tegasnya.

Sementara Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sidoarjo, Miftakul Rohmah menegaskan jika pada masa perbaikan bakal paslon perseorangan ini tidak kunjung menyerahkan syarat minimal dukungan itu, maka secara otomatis yang bersangkutan dinyatakan tidak meneruskan atau gugur.

“Kalau sudah dinyatakan gugur, yang pasti tidak dapat melanjutkan pada tahap selanjutnya,” tandasnya. Wan/yan

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Miliki Visi Kembangkan Koperasi dan UMKM, FKKW Sidoarjo Dukung BHS – Taufiq

Diterbitkan

||

DUKUNGAN: Pengurus Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FKKW) Sidoarjo menyatakan dukunganya ke paslon Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) yang disampaikan di Media Center BHS JL Diponegoro, Sidoarjo, Minggu (01/11/2020).
DUKUNGAN: Pengurus Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FKKW) Sidoarjo menyatakan dukunganya ke paslon Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) yang disampaikan di Media Center BHS JL Diponegoro, Sidoarjo, Minggu (01/11/2020).

Memontum Sidoarjo – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo yang digelar 9 Desember 2020, dukungan kepada Pasangan Calon (paslon) nomor urut 1 terus bergulir. Kali ini, giliran Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FKKW) Sidoarjo. Kalangan ibu-ibu ini mendukung Paslon Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq). Alasannya, karena merasa memiliki visi (sevisi).

“Kami mendukung Pak BHS – Taufiq bukan tanpa alasan. Kami yang sebagian besar dari emak-emak ini merasa memiliki visi sama dengan progam dan gagasan yang ditawarkan BHS – Taufiq di Pilkada Sidoarjo. Diantaranya soal progam Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mensejahterakan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujar Ketua FKKW Sidoarjo, Suryati M, Minggu (01/11/2020).

Suryati berharap jika paslon BHS – Taufiq menang maka tidak akan melupakan masyarakat khususnya para emak-emak yang bergerak di bidang Koperasi ataupun UMKM. Pihaknya meyakini, ada kepedulian untuk mengangkat Koperasi Wanita dan UMKM lebih maju dan bangkit. Bahkan mampu mensejahterakan anggota maupun masyarakat Sidoarjo.

“Kami (FKKW) merupakan forum yang terdiri koperasi di seluruh Sidoarjo. FKKW berdiri sejak Tahun 2009 lalu. Kini anggota FKKW sudah tersebar di seluruh kecamatan di Sidoarjo. Di masing-masing kecamatan, kami memiliki anggota dengan jumlah yang berbeda-beda. Setiap kecamatan lebih dari satu koperasi. Di Kecamatan Sidoarjo misalnya, ada 24 koperasi yang beroperasi,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Parminiwati. Salah satu anggota FKKW ini berharap BHS – Taufiq membangkitkan UMKM dan Koperasi Sidoarjo. Pihaknya mendukung BHS – Taufiq karena gagasanya di bidang pendidikan dan penyediaan fasilitas olahraga serta bekerpihakan ke koperasi dan UMKM.

“Kami menilai Pak BHS orangnya sangat peduli. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat memberi dampak signifikan kepada para pedagang maupun koperasi. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki strategi dan gagasan baik untuk meningkatkan perekonomian di Sidoarjo,” tegasnya.

Sementara Tim Pemenangan Paslon 1, Wahyudin menyambut baik dukungan FKKW itu. Menurutnya, Paslon 1 memang memiliki progam yang berkaitan dengan koperasi ataupun UMKM di Sidoarjo. Hal ini, lantaran progam membangun ekonomi kerakyatan.

“Pak BHS – Taufiq ada beberapa fokus permasalahan koperasi yang bakal dituntaskan kalau mendapat kesempatan memimpin Sidoarjo. Pertama permasalahan permodalan dan berikutnya soal profesionalisme anggota koperasi serta koperasi harus mampu membangun kehidupan yang layak sekaligus koperasi dijamin berbadan hukum,” tandasnya. (wan/syn)

Lanjutkan Membaca

Politik

BHS – Taufiq Janjikan Selesaikan Perizinan UMKM

Diterbitkan

||

DIALOG: Cabup Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan pemilik UMKM Tahu, Sudibyo Wiyanto yang ada di Dusun Pandean, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa (27/10/2020).

Pabrik Tahu Tetap Produki saat Covid-19

Memontum Sidoarjo – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq) bakal menyelesaikam semua jenis perizinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Sidoarjo. Rencananya, berbagai perizinan itu bakal diselesaikan dalam waktu 100 hari kerjanya.

Selama ini diketahui, selain soal permodalan ratusan ribu UMKM di Sidoarjo terkendala masalah permodalan perizinan mulai izin PIRT, label halal, hingga sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Saya mengapresiasi pabrik tahu ini. Walaupun belum ada mereknya. Saya minta segera mengajukan merek (Juke Abadi). Semua jenis perizinan bagi UMKM akan jadi tugas 100 hari kerja. Saya akan merealisasikan UMKM yang mengajukan berbagai merek perizinan di wilayah Sidoarjo,” ujar BHS, Selasa (27/10/2020) saat berkunjung ke Pabrik Tahu di Dusun Pandean, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, menilai dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, pabrik tahu ini bisa beroperasi dengan bagus. Bahkan karyawannya 40 orang masih bisa bekerja semua sejak adanya pandemi. Menurutnya, meski ada penurunan permintaan akan tetapi bisa disiasati dengan memindahkan pasar penjualan ke Madura dan sejumlah tempat lainnya. Bahkan produknya juga diminati warga Madura. Hal ini menunjukkan produknya memang layak jual.

“Kalau saya diamanahi jadi bupati, maka akan saya upayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sidoarjo. Karena selama ini Sidoarjo kekurangan pasokan tahu. Karenanya banyak produk tahu dari Jombang dan lainnya masuk ke Sidoarjo. Kalau ada merek, pasti berkembang dan bisa masuk ke pasar dan swalayan-swalayan yang ada di Sidoarjo. Makanan tahu dan tempe sudah menjadi makanan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, mengungkapkan kendala lainnya adalah kestabilan harga bahan baku kedelai yang saat ini mencapai Rp 7.500 per kilogram. Karena itu, BHS bakal meminta Presiden Jokowi untuk menstabilkan harga kedelai. Apalagi, harga kedelai Amerika hanya Rp 2.500 per kilogram.

“Kalau tak disetujui, maka Sidoarjo bisa langsung impor kedelai. Saya akan mengajukan ke Menteri Perdagangan (Mendag) agar bisa impor kedelai sendiri agar mendapatkan harga yang lebih murah. Kalau perlu Sidoarjo meniru NTB yang bisa memproduksi kedelai dengan kualitas lebih baik dari kedelai Amerika. Agar Sidoarjo bisa swasembada 11 kebutuhan pokok,” tegasnya.

Sedangkan yang terpenting, lanjut Cabup Sidoarjo yang diusung 5 partai ini, pabrik tahu ini sudah menerapkan teknologi 4.0 atau zero waste. Semua material bahan baku bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. Misalnya ampas digunakan untuk pakan ternak, cacing dan lain-lain. Bahkan cairannya juga digunakan untuk penggemukan hewan ternak.

“Ini berarti pabrik tahu ini sudah menerapkan manajemen modern. Seharusnya pabrik ini lulus SNI. Ini yang akan saya dorong jadi percontohan bagi pengusaha lain yang profesional agar bisa menjadi industri besar,” jelasnya.

Sementara pemilik pabrik tahu, Sudibyo Wiyanto menegaskan jika usahanya sudah dirintis sejak Tahun 2009 lalu. Sejak pandemi, memang ada penurunan 10 – 15 persen, terutama daya beli warga. Makanya dialihkan penjualannya ke Madura dan Surabaya. Selain itu, produksinya menurun dari 2 ton turun menjadi 1,6 ton.

“Kendalanya ya hanya bahan baku kedelai dari Amerika. Apalagi harga kedelai tidak stabil (naik turun). Padahal, kami tidak bisa menaikkan harga jual maupun mengurangi ukurannya. Karena akan kalah bersaing dengan produk tahu lainnya. Soal bahan bakar kami sudah kerjasama dengan DKP Surabaya. Saat pengeprasan pohon daunnya untuk pupuk dana untuk ranting dan pohonnya diambil sebagai bahan bakar tahu,” tandasnya. (wan/ono)

 

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Gus Muhdlor – Subandi Siap Kembangkan Ploso Jadi ‘Kampung Jangkrik’

Diterbitkan

||

ASPIRASI: Cabup Sidoarjo 2020, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog dan menampung aspirasi peternak jangkrik, Mahmud warga Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo agar bisa berkembang dan omzetnya naik berlipat, Senin (26/10/2020).
ASPIRASI: Cabup Sidoarjo 2020, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog dan menampung aspirasi peternak jangkrik, Mahmud warga Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo agar bisa berkembang dan omzetnya naik berlipat, Senin (26/10/2020).

Tak Terpengaruh Covid-19

Memontum Sidoarjo – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – Subandi bakal mengembangkan Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo menjadi kampung peternak jangkrik. Hal ini, karena di kampung yang berbatasan dengan Desa Lajuk, Kecamatan Porong ini, terdapat puluhan peternak jangkrik.

Selain itu, usaha beternak jangkrik tidak membutuhkan modal besar. Bahkan, juga tidak terpengaruh adanya pandemi Covid-19 di tengah usaha lain omzetnya menurun dratis sejak adanya pandemi 6 bulan lalu.

Salah seorang peternak jangkrik, Mahmud mengakui usaha yang sudah dirintisnya sejak beberapa tahun terakhir ini tidak membutuhkan modal terlalu besar. Bahkan tidak membutuhkan keahlian secara khusus.

“Semua orang bisa beternak jangkrik. Karena tidak butuh modal besar dan tidak ada keahlian khusus. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak jangkrik agar meraup banyak keuntungan. Salah satunya bantuan permodalan untuk memperbesar usaha rumahan atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini,” ujar Mahmud, Senin (26/10/2020).

Mahmud menjelaskan hanya dalam hitungan sekitar 2-3 hari sekali, dirinya mampu menjual hasil ternak jangkrik ke para pelanggannya. Alasannya, dalam hitungan hari, jangkrik sudah mampu berkembangbiak dalam jumlah banyak. Bahkan setiap hari jangkrik dewasa bisa dijual ke pelanggan yang rata-rata berjualan pakan ternak mulai sebagai pakan burung, ikan hingga reptil.

“Kalau pemasaran jangkrik sangat banyak. Selain kami melayani toko pakan ternak di Sidoarjo dan sekitarnya. Selain itu, kami juga sudah memasok jangkrik hingga keluar Provinsi Jatim. Bahkan permintaan pelanggan jangkrik tak terpengaruh adanya pandemi Covid-19 karena stabil. Meski selama ini, peternak jangkrik sekampung ini tidak mendapatkan perhatian Pemkab Sidoarjo sama sekali,” tegasanya.

Sementara menanggapi keluhan para peternak jangkrik itu, Cabup yang diusung PKB, Gus Muhdlor menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian daerah. Oleh karena itu, putra KH Agoes Ali Masyhuri ini mengapresiasi para peternak jangkrik itu. Apalagi, pergerakan perekonomian kerakyatan yang tetap tumbuh baik di tengah pandemi Covid-19.

“Kami (Gus Muhdlor-Subandi) ingin membuat perubahan yang lebih baik bagi para pelaku UMKM. Salah satunya, melalui program 20.000 UMKM Naik Kelas. Itu menjadi salah satu komitmen dan konsen kami membangun Sidoarjo. Kami menginginkan para peternak jangkrik misalnya lebih baik segi permodalannya agar mampu memenuhi kebutuhan pengembangan pemasarannya,” ungkapnya.

Selain itu, Alumnus Fisip Unair Surabaya ini, pihaknya juga bakal menyiapkan pelatihan dan pembinaan. Terutama bagi pemilik UMKM pemula. Mereka bakal diberi pelatihan dan didampingi para mentor (tenaga ahli). Gus Muhdlor mencontohkan, misalnya pembinaan soal cara berjualan secara online (digital). Bahkan, tidak menutup kemungkinan Desa Ploso bakal dibranding dijadikan Kampung Peternak Jangkrik.

“Itu belum ada di Sidoarjo. Kami yakin itu, akan mendorong penyerapan tenaga kerja baru. Selain itu, dalam jangka panjang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga peternak dan warga sekitarnya. Karena menyerap tenaga kerja dari warga sekitar itu,” jelas Alumi SMAN 4 Sidoarjo ini.

Bagi Direktur Pendidikan Pesantren Bumi Sholawat ini, pelatihan dan pendampingan itu, tidak hanya bagi peternak jangkrik saja. Akan tetapi, para UMKM lain juga bakal diberi perhatian lebih oleh tim Paslon yang diusung PKB ini.

“UMKM naik kelas atau perkembangan level usaha (scaling up) juga mendapat pelatihan dan pembinaan khusus. Misalnya, para pelaku UMKM di Sidoarjo diberi stimulus usaha mikro sesuai level (tingkatan) usahanya. Itu akan menggerakkan perekonomian. Tujuannya agar yang usaha mikro naik menjadi kecil, yang kecil naik menjadi menengah dan yang menengah bisa naik kelas menjadi sedang. Bahkan yang usaha berskala sedang bisa menjadi besar,” tandasnya.

Diketahui jumlah pelaku UMKM di Sidoarjo terus meningkat. Berdasarkan datanya Tahun 2017 ada sebanyak 206.934 UMKM, Tahun 2018 angka itu meningkat menjadi 207.184 UMKM dan Tahun 2019 mencapai 207.664 UMKM dengan berbagai jenis usaha. (wan/ono)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler