Connect with us

Hukum & Kriminal

Pemilik Rumah Pijat Bu Natus di Waru Sidoarjo Tewas di Kamar Terkunci dari Luar

Diterbitkan

||

PENASARAN - Ratusan warga berkumpul di depan rumah korban Tin Kartini (70) pemilik rumah pijat Bu Natus di JL Brigjen Katamso No 170 Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (24/7/2020) malam
PENASARAN - Ratusan warga berkumpul di depan rumah korban Tin Kartini (70) pemilik rumah pijat Bu Natus di JL Brigjen Katamso No 170 Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (24/7/2020) malam

Memontum Sidoarjo – Ratusan warga JL Brigjen Katamso Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo mendadak gempar, Jumat (24/07/2020) malam. Ini menyusul, meninggalnya Ny Tin Kartini (70) pemilik rumah Pijat Bu Natus.

Apalagi diketahui korban meninggal di dalam kamar lantai atas dengan kondisi pintu terkunci. Selain itu, ada bercak darah di tubuh korban.

Informasinya, sudah sejak kemarin korban tidak terlihat keluar kamarnya itu. Padahal biasanya korban selalu keluar rumah menjalankan aktivitas kesehariannya.

Karena itu, anak korban yang curiga dan mencoba mengetuk pintu kamar korban. Akan tetapi, saat diketuk pintu kamar itu tak juga dibuka. Merasa curiga ada sesuatu, akhirnya pintu kamar didobrak saksi. Hasiknya, diketahui korban sudah dalam kondisi meninggal dunia itu.

“Saya tahu kematian korban, karena mendapat laporan anak korban. Dalam laporan itu, anak korban menyebutkan jika ibunya meninggal di kamar dan pintu kamar terkunci dari luar. Itu yang mencurigakan warga,” ujar Kades Kedungrejo, Nico Octavian, Jumat (24/07/2020) malam.

Saat ini, lanjut Nico untuk penyebab kematian korban, masih belum diketahui. Usai ditemukan, pihaknya langsung melaporkan kejadian ke Polsek Waru.

“Sejak diketahui kebenaran korban meninggal, kami langsung melaporkan kejadian ini ke polisi,” tegasnya.

Sementara itu, Nico menegaskan berdasarkan pengakuan anak korban, di balik tubuh korban, terlihat seperti ada bercak darah. Akan tetapi, belum diketahui bercak darah itu akibat apa atau keluar dari mana.

“Sampai sekarang belum diketahui penyebabnya. Sekarang keluarga korban menyerahkan masalah ini ke polisi agar diselidiki penyebab kematian korban itu,” tandasnya. Wan/yan

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Juragan Panti Pijat Mati, Pembantu Dibekuk di Bali - Memontum Sidoarjo

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dikira Tidur, Pria Jati Alun-Alun Meninggal dalam Mobil

Diterbitkan

||

oleh

mobil saat ditemukan warga Desa Kedensari.(gus)
mobil saat ditemukan warga Desa Kedensari (gus)

Memontum Sidoarjo – M. Kolik (65), pria asal Desa Jati Alun-Alun, Kecamatan Prambon ditemukan tergeletak di atas jok belakang kemudi. Belakangan diketahui kondisinya tidak bernyawa didalam mobil Suzuki Ertiga warna putih Nopol W 1608 R, saat parkir di jalan raya Pasar Wisata, Desa Kedensari, Tanggulangin, Rabu (12/08/2020) sore.

“Mobil itu parkir sejak pagi, hingga siang kok tetap disitu. Saya merasa penasaran dan curiga. Setelah itu, diketuk pintu, dan kaca mobil tersebut tapi tidak ada jawaban. Orang itu posisinya tergeletak, seperti orang tidur. Kemudian temuan itu, dilaporkan ke Polsek Tanggulangin,” ujar Nono warga setempat.

DITEMUKAN : Kondisi korban

DITEMUKAN : Kondisi korban

Menurut keterangan beberapa saksi di lokasi, korban sebelum ditemukan meninggal, warga mendapati mobil itu, parkir sekitar pukul 10.00 WIB.

“Selanjutnya sekitar pukul 14.00 WIB, warga merasa curiga menghampiri mobil tersebut. Kemudian mengetuk-ngetuk pintu mobil, namun tidak ada jawaban,” kata Kapolsek Tanggulangin AKP Eka Wira Dharma Sibrani melalui ponselnya.

Awalnya dikira sopir itu sedang tertidur, karena posisinya sedang tergeletak di atas jok mobil dan tidak bergerak. Tidak lama Polsek Tanggulangin mendapatkan laporan dari warga dan langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Setelah dilakukan olah TKP, terang Wira, di tubuh korban tidak ditemukan luka-luka atau bekas penganiayaan. Akan tetapi ditemukan beberapa obat, diduga korban ini memiliki riwayat penyakit jantung.

“Jenazah korban dilarikan ke RS. Bhayangkara Pusdik Gasum Porong guna dilakukan visum,” jelas Wira kepada Memo X  (gus/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Cemburu, Bunuh Kekasih

Diterbitkan

||

oleh

Cemburu, Bunuh Kekasih
CEMBURU - Tersangka Bayu I (32) warga Karangploso, Malang yang diduga membunuh kekasihnya sendiri, Irene Siska Windyastuti (43) saat dipamerkan Kapolresta Sidoarjo, Kompol Sumardji bersama sejumlah barang buktinya, Rabu (12/08/2020)

Kematian Manajer Cantik di Sedati Terkuak

Memontum Sidoarjo – Tersangka kasus pembunuhan, Bayu I (32) warga Karangploso, Malang mengaku cemburu berat terhadap korban pembunuhan yang tak lain adalah kekasihnya sendiri, Irene Siska Windyastuti (43). Karena itu, Alumnus Informatika itu kalap hingga membunuh manajer perusahaan susu cantik warga asal Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang kontrak di Perumahan Alam Juanda Blok BB-10, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo lokasi ditemukannya korban meninggal dunia 1 Juli 2020 lalu.

“Tersangka ini tega membunuh korban karena termakan rasa cemburu kepada korban yang masih orang dekatnya meski bukan pasangan suami istri,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji saat merilis kasus penangkapan tersangka di Polresta Sidoarjo, Rabu (12/08/2020).

Sumardji menceritakan kasus pembunuhan bermula saat tersangka datang di rumah kontrakan korban 27 Juni 2020 malam. Saat mengetuk pintu rumah kontrakan korban melihat dua orang laki-laki yang keluar dari rumah korban.

Mengetahui hal itu, tersangka merasa cemburu akan tetapi masih bisa menahan dan mengendalikan dirinya. Kemudian tersangka masuk ke dalam rumah korban dilanjut makan malam dan minum minuman keras hingga bermalam di lokasi kejadian.

“Keesokan harinya saat korban memasak tersangka tidur-tiduran di Sofa rumah kontrakan korban. Saat itu tersangka mencium ada bau seperti sperma. Seketika tersangka naik pitam dan menjegal korban hingga membekap korban hingga meninggal dunia di ruang tamu itu,” tegasnya.

Mengetahui korban meninggal, tersangka kabur menggunakan mobil Honda HRV milik korban. Karena itu, tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 unit Mobil Honda HRV Warna Hitam Mutiara bernopol L-1487-IU Tahun2018, 1 lembar STNK Mobil HRV, sebuah kartu Flaz BCA dengan nomor: 0145000127051858.

“Saat ditangkap tersangka tidak ada perlawanan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kematian korban kali pertama diketahui adik iparnya, Adi Wicaksono Rabu (01/07/2020). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi saksi. Ketika dicek di rumahnya ternyata korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban tergeletak di ruang tamu rumahnya. Korban diduga meninggal dunia karena dibunuh dengan bukti sejumlah memar yang di leher dan tubuh korban. (wan/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Truk Tangki As Patah, JL Raya Balongbendo Macet

Diterbitkan

||

oleh

EVAKUASI - Sejumlah anggota Lantas Polsek Balongbendo menggelar olah TKP Truk Tangki yang patah di perempatan Pos Polisi JL Raya Surabaya-Mojokerto, Desa Bakalan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (11/08/2020) sore
EVAKUASI - Sejumlah anggota Lantas Polsek Balongbendo menggelar olah TKP Truk Tangki yang patah di perempatan Pos Polisi JL Raya Surabaya-Mojokerto, Desa Bakalan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (11/08/2020) sore

Memontum Sidoarjo – Nasib apes dialami Munib (48) warga JL Tirtayasa Gang H Muis Campang Raya, Kota Bandar Lampung. Hal ini karena sopir ini berencana hendak kirim cairan kimia terhambat.

Truk gandeng tangki warna merah putih bernopol S 8498 UW yang dikemudikannya mengalami kecelakaan tunggal di perempatan Pos Polisi JL Raya Surabaya – Mojokerto, Desa Bakalan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (11/08/2020).

Kecelakaan bermula truk gandeng tangki melaju dari Surabaya menuju Mojokerto. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga truk tangki menyenggol median jalan lantaran sopir kurang hati-hati saat berkendara.

“Truk tangki (gandeng) itu tiba-tiba menabrak median jalan (tengah) hingga sopir tidak bisa mengendalikan kemudinya. Akhirnya gandengan belakang tepat di tengah median jalan,” ujar Husain kepada Memo X, Selasa (11/08/2020) sore.

Lebih jauh Husain menjelaskan, kemudian As belakang patah dan copot. Beruntung As belakang gandengan tangki truk tidak sampai roboh karena adanya muatan itu.

Sopir truk gandeng tangki begitu mengetahui langsung turun melihat ke belakang kondisi mobilnya. Kemudian, sopir menghubungi manajemen perusahaan menceritakan kejadian ini sambil menepi.

Usai mendapat laporan kecelakaan tunggal, petugas Unit Lantas Polsek Balongbendo langsung mengurai kemacetan. Selain itu memintai keterangan sopir dan para saksi kejadian.

“Kami langsung menggelar olah TKP dan mengorek keterangan sopir dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian ini. Diduga kecelakaan kurang hati-hatinya sopir dalam berkendara,” tandas salah satu petugas Lantas Polsek Balongbendo.

Diketahui sudah 3 hari pekerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jatim mengerjakan median jalan sepanjang jalan Surabaya- Mojokerto yang berantakan. Pengerjaan penambalan jalan nasional ini di depan Koramil Balongbendo dengan alat berat (begho).

Sehingga tepat di depan Makam Desa Suwaluh arus lalu lintas ditutup dari arah Surabaya ke Mojokerto diarahkan ke kanan jalan melawan arus yang dari arah Mojokerto dengan sistem buka tutup. (wan/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler