Connect with us

Pemerintahan

Komisi A DPRD Sidoarjo Hentikan Minimarket Candipari

Diterbitkan

||

Komisi A DPRD Sidoarjo, Sidak ke lokasi pembagunan minimarket di Desa Candipari. (gus)
Komisi A DPRD Sidoarjo, Sidak ke lokasi pembagunan minimarket di Desa Candipari. (gus)

Memontum Sidoarjo – Setelah puluhan pedagang pracangan Desa Candipari, Kecanatan Porong melakukan demo menyoal berdirinya minimarket, Sabtu (25/07/2020) pagi lalu. Senin (27/7/2020) siang rombongan Komisi A DPRD Sidoarjo melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan Minimarketdi atas lahan seluas 240 M 2.

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Subandi mengatakan sebelumnya sudah disampaikan terkait ijin-ijin yang harus dilakukan oleh minimarket. Terutama ijin lingkungan, kedua harus mengikuti Perda Nomor 10 Tahun 2019.

Terkait Indomart di Desa Candipari apabila nanti berdasarkan kajian ijinya tidak melalui proses yang benar. maka Komisi A akan merhentikan pembangunan yang sekarang sedang berjalan.

Pasalnya, semua harus mengikuti prosedur, karena dasarnya adalah Perda, bukan kebijakan ijin. Nanti setelah sidak ini akan dilakukan hearing di DPRD Sidoarjo.

” Kita panggil semuanya termasuk RT, RW, Lingkungan, Kepala Desa, Camat, dan Disperindag yang mengeluarkan ijin. Biar mereka tahu proses ijin yang benar dan yang tidak. Kalau mengikuti Perda Nomor 10 dan Nomor 19 diikuti, kita welcome silahkan untuk usaha, ” terang Subandi.

Sementara sambil menunggu kajian-kajian itu, termasuk akses jalan desa atau jalan Kabupaten harus berhenti dulu. Karena dasar Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), tidak menimbulkan konflik di masyarakat.

Sementara, perwakilan Managent Indomart, Amir menyatakan sebemarnya tidak ada permasalahan apa-apa. Apa yang dilakukan keseluruhannya itu, sesuai prosedur, jika dipermasalahkan ya..tidak tahu masalahnya apa ?. Terkait persoalaan ijin dari warga, pihaknya sudah mengatonginya. Jumlahnya sebanyak 12 orang, dan itupun sudah ada buktinya.

Terpisah Pj. Kepala Desa Candipari Buari menjelaskan perijinan dengan sistem OSS, pihaknya kurang tahu apa yang dipersyaratkan. ” Tiba-tiba hadir pedagang klontong ke balai Desa,” katanya .

Mereka menanyakan ijin Indomart, Atas pertanyaaan itu desa menjelaskan jika tidak pernah merekomendasi ijin. ” Pada intinya saya tidak tahu caranya OSS seperti apa, kamipun tidak tahu. Kemudian ada persetujuan pedagang dari radius 100 M dari pendiriaan Indomart. Saya pribadi tidak pernah ditamui atau menerima tamu dari pihak minimarket untuk minta ijin,” ucapnya

Masih kata Buari, Pihak Pemerintah Desa sama sekali tidak pernah mengeluarkan surat ijin termasuk Ijin Domisi Usaha (IDU). ” Pernah pihak minimarket mengajukan permohonan IDU, kemudian ditolak . Kenapa ditolak karena sesuai notulen kita, belum ada ijin mau mendirikan, ” papar Buari.

Menyinggung adanya 12 orang yang setuju, untuk mendirikan pembangunan minimarket pihaknya tidak tahu. Disebabkan awal jabatan menjadi Pj. Kepala Desa Candipari itu, mulai tanggal 01 November 2019. Diera sebelumnya menurut informasi, memang ada sosialisasi tapi dengan mantan Kepala Desa yang kini sudah purna tugas. (gus/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Apel Perdana Usai Libur Lebaran, Bupati Sidoarjo Motivasi OPD untuk Tingkatkan Kinerja

Diterbitkan

||

oleh

Apel Perdana Usai Libur Lebaran, Bupati Sidoarjo Motivasi OPD untuk Tingkatkan Kinerja
MOTIVASI: Bupati Sidoarjo, Gus Mudhlor, saat koordinasi bersama jajaran Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudhlor Ali, memimpin apel perdana di hari pertama paska libur Lebaran di Alun-alun Sidoarjo, Senin (09/05/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh ASN untuk senantiasa meningkatkan kinerja.

“Pasca Lebaran, maknai momen ini dengan semangat baru dan mentalitas kinerja lebih baik. Pasalnya, harus ada perubahan pembangunan ke arah lebih baik dan jangan hanya baju saja yang baru,” ungkap Gus Mudhlor-sapaan akrab Bupati Sidoarjo.

Menurut bupati, sebelumnya banyak keputusan berani dalam kebijakan program pembangunan kurang tampak. Pasalnya, mentalitas penakut seperti itu harus dikikis. Sehingga, nantinya masyarakat cepat bisa menikmati pembangunan.

Dengan adanya keterlambatan keputusan yang seharusnya sudah ada tindak lanjut, maka Gus Mudhlor mempertimbangkan tidak melakukan kebijakan WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office) dalam SE Kemendagri tentang penyesuaian sistem kerja ASN selama arus balik idul fitri 1443 H yang dimulai 9-13 Mei 2022.

“Pemkab Sidoarjo tetap melakukan pelayanan tatap muka, meskipun daerah lain WFH ini akibat imbas pekerjaan rumah yang belum selesai,” tegas Bupati muda tersebut.

Baca juga :

Di sisi lain, dirinya mengungkapkan perkembangan pembangunan Kabupaten Sidoarjo, yang saat ini sedikit membuatnya bangga. Pasalnya sudah banyak pembangunan yang sudah dimimpikan masyarakat Sidoarjo tengah terwujud.

Salah satunya, urai bupati, pembangunan RSUD Sidoarjo Barat di Kecamatan Krian. Frontage road Waru-Buduran yang terwujud di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Subandi. Namun dikatakannya itu semua bukan hanya prestasi dirinya, tetapi prestasi seluruh ASN Sidoarjo.

“Pada perjalanan 14 bulan belakangan, sudah banyak sejarah yang sudah ditorehkan, kalau rumah sakit Sidoarjo Barat di cita-citakan 2016-2017, terkabulnya tahun 2021, ada juga frontage yang ditahun 2013 di cita-citakan, mulai terwujudnya ditahun 2021, ada juga fly over Krian yang di cita-citakan 26 tahun lalu, mulai ada titik terangnya di tahun 2021, ada juga pembangunan fly over Aloha yang di cita-citakan sekian tahun yang lalu juga ada titik terangnya di tahun 2021,” ujarnya.

Disela acara, Bupati Mudhlor mengucapkan minal aidzin wal faidzin, taqabbalallahu minna wa minkum ya karim. Dirinya memohon maaf lahir dan batin bila selama 14 bulan memimpin ada salah yang tidak disengaja.

“Mohon maaf sebesar-besarnya pada perjalanan 14 bulan ini kalau ada salah dari kami baik secara pribadi maupun secara organisasi, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya,” paparnya. (zal/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Migor Langka, Gubernur Jatim bersama Bupati Mudhlor Disambati Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo

Diterbitkan

||

oleh

Migor Langka, Gubernur Jatim bersama Bupati Mudhlor Disambati Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo
SIDAK: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudhlor Ali saat Sidak Pasar Larangan Sidoarjo. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Sebagai upaya meminimalisir harga kebutuhan bahan pokok di pasaran masih aman, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan didampingi Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudhlor Ali, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Larangan Sidoarjo, Sabtu (02/04/2022) tadi. Hal tersebut dilakukan, menjelang Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriyah, yang biasanya kebutuhan pokok tersebut dimungkinkan ada kenaikan.

Oleh karenanya, Sidak tersebut dilakukan dengan berkeliling pasar sambil menyapa, kemudian berdialog dengan para pedagang yang ada di pasar. Sementara rata-rata keluh kesah pedagang, soal kebutuhan bahan pokok dan keluhan stok minyak goreng yang sangat terbatas dipasaran.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengunjungi pedagang daging sapi dan ayam. Disinyalir, harga kedua kebutuhan daging tersebut menjelang Ramadan, terdapat kenaikan.

“Minyak goreng ini masih menjadi persoalan nasional. Mudah-mudahan bisa disuplai lebih cepat lebih merata. Semoga masuk Bulan Ramadan ini, mendapat suplai yang proporsional sesuai dengan kebutuhan minyak goreng di Jawa Timur sebanyak 59 ribu ton,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah.

Baca juga :

Disampaikan juga, semua logistik bahan pangan di Pasar Larangan Sidoarjo, untuk harga dan suplai semua aman, stabil, kecuali minyak goreng, terutama minyak goreng curah. Ada yang dua minggu, bahkan sebulan tidak mendapat suplai minyak goreng curah.

“Pedagang beli minyak gorengnya saja ada yang beli Rp 25.000 per liter dan pasti mereka menjual ada margin dari yang mereka beli. Persoalan minyak goreng masih menjadi Pekerjaan rumah kita,” tuturnya.

Masih kata Khofifah, kalau untuk daging sapi suplai dan harganya stabil, daging ayam yang sedikit diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kemarin masih dalam standart HET, tapi hari ini ada kenaikan Rp 3000 per kilo dari HET.

Sementara harga telur ayam di bawah HET, sedikit berkisar Rp 23 ribu per kilo. Bawang merah hari ini stabil dan cenderung sedikit mengalami penurunan. Harga cabe, beras dan gula saat ini suplai dan harganya masih normal. Termasuk, untuk daging sapi dan daging ayam. (zal/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Sidoarjo Terima Penghargaan SIWO PWI Jatim

Diterbitkan

||

oleh

Bupati Sidoarjo Terima Penghargaan SIWO PWI Jatim
PENGHARGAAN: Plt Kadis Kominfo Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, saat mewakili Bupati Sidoarjo menerima penghargaan dari SIWO PWI. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Bangkitnya kembali olah raga di Sidoarjo, khususnya sepak bola, tidak luput dari tangan dingin Bupati Muda Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali. Melalui kerja kerasnya, bupati tidak segan-segan memberikan suport dan dukungan, seperti saat tim sepak bola Deltras FC sedang promosi Liga Indonesia 2.

“Bila dikelola dengan baik, maka olah raga akan membawa prestasi,” ujar Bupati Sidoarjo.

Seperti diketahui, klub kebanggaan arek Deltamania (sebutan suporter, red) Sidoarjo yakni Deltras FC, menjalani promosi ke Liga 2. Iklim dunia persepakbolaan di Kabupaten Sidoarjo, pun seolah hidup kembali.

Karena motivasi dan semangat tersebut, apresiasi pun diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur kepada Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali. Bupati pun dinobatkan sebagai Tokoh Kepala Daerah Penggerak Olahraga Jawa Timur.

Baca juga:

Penghargaan sendiri, rencananya akan diberikan langsung dalam acara Giri Pancasuar Awards & SIWO PWI Jatim Awards, yang diselenggarakan di kota Pudak, Kabupaten Gresik pada Kamis (24/03/2022) malam. Namun, karena Bupati Sidoarjo tidak bisa menghadiri acara itu, penerimaan penghargaan pun diwakilkan kepada Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ahmad Misbahul Munir.

Sehingga, tanpa mengurangi rasa hormat Gus Muhdlor kepada pengurus PWI dan SIWO Jatim, yang saat itu sedang berada di Jakarta. Gus Muhdlor, menyampaikan terima kasih kepada PWI Jatim, atas dukungan dan perannya dalam mengawal pemberitaan olah raga di Sidoarjo.

“Penghargaan ini sebenarnya untuk warga Sidoarjo, dengan semangatnya menghidupkan lagi olah raga, khususnya sepakbola,” terang Bupati Sidoarjo, melalui Ahmad Misbahul Munir. (zal/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler