Connect with us

Kabar Desa

Anggota BPD Dilarang Minta Proyek Desa

Diterbitkan

||

SERAHKAN SK : Plt. Camat Wonoayu Gundari menyerahkan SK kepada anggota BPD Desa Plaosan. (par)
SERAHKAN SK : Plt. Camat Wonoayu Gundari menyerahkan SK kepada anggota BPD Desa Plaosan. (par)

Memontum Sidoarjo – Plt. Camat Wonoayu Gundari berpesan agar anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak minta proyek dari desa. Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan sambutan ketika pengambilan sumpah anggota BPD Desa Plaosan, Selasa (4/8 /2020 ).

Peringatan tersebut merujuk Perbup. Sidoarjo No 47 tahun 2017 yang salah satu isinya mengamanatkan bahwa anggota BPD dilarang sebagai pelaksana proyek desa. “Jika anggota BPD minta proyek dari APBDes, jadinya akan amburadul, karena BPD adalah pengawas kebijakan disamping Pemerintah Desa. Jika anggota BPD mengerjakan proyek, maka pengawasan dan pelaksana jadi satu, sehingga tumpang tindi, atau amburadul. Jangan sampai terjadi pagar makan tanaman, ” ujarnya.

Gundari juga mewanti wanti , disamping bertugas mengawasi pemerintah desa, BPD harus dapat mewujudkan hubungan yang harmonis antara lembaga desa. Dan selanjutnya menciptakan Perdes yang dapat bermanfaat untuk masyarakat. Sebagai peringatan terakhirnya bahwa anggota BPD dapat diberhentikan dengan mekanismenya bila tidak menghadir enam kali rapat BPD.

Lima orang yang mengemban amanat warga Plaosan untuk periode 2020 – 2026 adalah : Achmad Mas’udin, Tugino, Suyatno, Solikhudin, dan Eka Setiyowati.

Sementara, Kepala Desa Plaosan, Aripin, mengharap anggota BPD yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah desa untuk melaksanakan pembangunan, ” Dengan tidak mengesampingkan tugasnya, saya berharap anggota BPD ini dapat bersinergi atau bekerjasama dengan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan desa yang bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya. (par/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabar Desa

Sambut Ramadan, Pemdes Lambangan Sidoarjo Ajak Warga Tahlil dan Doa Bersama

Diterbitkan

||

oleh

Sambut Ramadan, Pemdes Lambangan Sidoarjo Ajak Warga Tahlil dan Doa Bersama
DOA: Beberapa warga saat gelaran tahlil dan doa bersama di depan makam desa (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriyah, Pemerintah Desa (Pemdes) Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, mengajak warganya melakukan tahlil dan doa bersama di depan makam Islam desa.

Tradisi kegiatan tahlil dan doa bersama tersebut, sudah dilakukan setiap tahun dan sudah berjalan sekitar 5 tahun ini. Tujuannya, tidak lain yakni mendoakan arwah leluhur dan juga keluarga yang sudah meninggal dunia.

Kepala Desa Lambangan, Mulyanto, mengatakan bahwa kegiatan membaca tahlil dan doa menyambut Ramadan ini, rutin dilakukan setiap tahun. Pasalnya, ini merupakan bentuk rangkaian ibadah umat Muslim, dalam mengirimkan doa kepada leluhur, keluarga maupun orang tua yang sudah tiada.

Baca juga :

“Ini inisiasi Pemdes Lambangan, dalam mengajak warga dan sudah dilakukan atau berjalan hampir 5 tahun. Dan kami melakukan ini, di depan makam Islam desa,” papar Cak Mul-sapaan akrab Kades Lambangan, disela acara, Jumat (01/04/2022) tadi.

Masih kata Cak Mul, menurutnya dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah dan ampunan ini, juga bisa mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dalam gelaran acara tersebut, terlihat antusiasme warga masyarakat Desa Lambangan mengikutinya dengan begitu khusyuk dan serius. Selain itu, di lokasi juga terlihat warga yang saat datang juga melakukan ziarah kubur dengan menyapu sekitar makam keluarganya. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Tradisi Angkat Piala Tetap Terjaga, Tim Futsal Sidoarjo Bertengger di Juara 3

Diterbitkan

||

oleh

Tradisi Angkat Piala Tetap Terjaga, Tim Futsal Sidoarjo Bertengger di Juara 3
FOTO: Tim KFWS saat laga akan dimulai. (ist)

Memontum Sidoarjo – Ikuti turnamen futsal antar Pokja wartawan, Komunitas Futsal Wartawan Sidoarjo (KFWS) tetap berhasil pertahankan tradisi ‘angkat piala’, Selasa (29/03/2022) tadi. Meski pun, dalam gelaran fun futsal Kowabi Cup 2022 yang diadakan oleh Komunitas Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Kowabi), KFWS hanya mampu finish di peringkat Juara 3. Namun, setidaknya tradisi mengangkat piala tetap terjaga meskipun bertengger di posisi tersebut.

Dalam kompetisi yang digelar di Gool Futsal Manggadua, KFWS mengawali kemenangan di fase grub melawan Pahlawan FC (Pokja Pemrov Jatim) dengan skor 4-1. Kemudian, di pertandingan ke dua, KFWS juga berhasil mengalahkan lawannya Kompak FC (Pokja hukum Surabaya) dengan skor 3-1.

Baca juga :

Sayangnya, memasuki babak semi final, KFWS kalah tipis 2-1 dari Judes FC (Jurnalis Pokja DPRD Surabaya. Alhasil, hanya bisa berlaga merebutkan Juara 3 melawan Kompor FC (Pokja Olahraga). Skor 2-1 itu, membawa KFWS berada di peringkat ketiga.

“Teman-teman sudah bertanding maksimal, mengerahkan semua kemampuannya. Ini hasil terbaik bagi kami,” kata Yudhi Ardian, Manajer Tim. (zal/sit)

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Pemdes Wonoplintahan Bangun Jalan Baru Dusun Wonogiri

Diterbitkan

||

JALAN BARU : Kaspan, Tokoh masyarakat, di jalan baru Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon. (par)
JALAN BARU : Kaspan, Tokoh masyarakat, di jalan baru Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon. (par)

Memontum Sidoarjo – Pembangunan jalan baru di Dusun Wonogiri Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon diharap menjadi pengukit dalam menumbuh kembangkan perekonomian warga. Hal tersebut disampaikan, Kepala Desa Wonoplintahan Joko Setyanggono seusai meninjau pembangunan jalan baru.

“Salah satu faktor penting untuk menumbuhkan perekonomian warga adalah adanya sarana jalan dan pembukaan jalan baru akan memudahkan transportasi, sehingga akan memotivasi siapapun untuk membuka usaha dilingkungan itu. Selanjutnya, warga dilingkungan tentu banyak yang akan terlibat aktifitas ekonomi itu,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaspan, Ketua RT 2 / RW 3, yang terlibat langsung dalam pengerjaan jalan itu. Dikatakan bahwa manfaat jalan akan dirasakan oleh petani, pasalnya jalan tersebut juga berada di pinggir persawahan. “Warga desa ini masih banyak yang beraktifitas di sawah, jalan ini akan mempermudah perjalanan ke sawah. Lebih lebih membawa alat alat pertanian besar dan bermesin,” paparnya.

Proyek hibah dari propinsi Jawa Timur di Wonoplitahan itu berupa sepasang tembok penahan tanah dan pengerasan tanah dengan sirtu sepanjang kurang lebih 200 M. warga di lingkungan mengerjakan sendiri proyek itu.

Nur Kasan, Sekretaris Desa setempat memandang penting, proyek desa dikerjakan oleh warga sendiri. “Setiap proyek desa akan lebih baik dikerjakan warga sendiri, karena kwalitasnya pasti lebih baik. Dan warga alan mendapat manfaat secara ekomomi karena bekerja,” ujarnya. (par/ono)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler