Connect with us

Pemerintahan

Forkopimda Sidoarjo Bagikan 15.000 Masker

Diterbitkan

||

BERMASKER - Jajaran Forkopimda Sidoarjo membagikan 15.000 masker ke pengguna jalan dan warga yang berolahraga di Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (09/08/2020)
BERMASKER - Jajaran Forkopimda Sidoarjo membagikan 15.000 masker ke pengguna jalan dan warga yang berolahraga di Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (09/08/2020)

Memontum Sidoarjo – Usai Gubernur Jatim melaunching Jawa Timur bermasker, kali ini Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo membagikan 15.000 masker ke pengguna jalan dan warga yang berolahraga di sekitar Monumen Jayandaru JL A Yani, Sidoarjo, Minggu (09/08/2020).

Dalam pembagian belasan ribu masker itu dilaksanakan langsung Plt Bupati, Ketua DPRD, Kapolresta Sidoarjo dan Komandan Kodim 0816 Sidoarjo. Mereka membagikan masker di tengah kegiatan olah raga akhir pekan warga Sidoarjo yang terpusat Alun-Alun Sidoarjo itu.

“Pagi ini kegiatan Jawa Timur Bermasker bentuknya membagikan masker, vitamin dan susu ke warga Sidoarjo yang sedang berolahraga. Tujuannya masyarakat semakin sehat, produktif dan perekonomian semakin berkembang,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji kepada Memo X, Minggu (09/08/2020).

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menilai kegiatan ini sebagai motivasi. Menurutnya semua harus siap siaga, tidak boleh lengah dan tidak boleh euphoria. Meski saat ini, Sidoarjo masuk zona orange.

“Kegiatan ini sebagai langkah secara masif agar masyarakat berpikir yang bagus, memiliki motivasi yang baik dan kita harus bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan,” pintahnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo, Letkol Inf Muhammad Iswan Nusi menegaskan kedisiplinan warga Sidoarjo sangat baik. Menurutnya pembagian masker ini gagasan yang sangat baik. Bahkan termasuk terobosan yang sangat baik.

“Hari ini ada 15.000 masker yang dibagikan. Kami harap agar masyarakat berdisiplin menggunakan masker dan menjaga jarak,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Sidoarjo, Usman mengaku sangat mendukung kegiatan untuk membudayakan memakai masker itu. “Dengan menggunkan masker, berarti satu langkah untuk menghentikan menularan Covid-19 di Sidoarjo,” tandasnya. (wan/syn)

 

Kota Malang

RS Lapangan Ijen Boulevard Rawat 199 Pasien, Warga Kota Malang Dominasi Perawatan

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang Kota – Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard beroperasi sejak diresmikan pada 16 Desember 2020 lalu. Berdasarkan data rumah sakit, total sudah ada 199 pasien yang dirawat sampai hari ini atau Sabtu (2/1).

Kepala RS Lapangan Ijen Boulevard, dr. Heri Sutanto, mengatakan jumlah tersebut adalah akumulasi. Di mana, yang masih dalam perawatan sebanyak 66 pasien, dengan rincian 36 laki-laki, dan 30 pasien perempuan.

“Ini jumlah akumulasi ya, total ada 199 pasien. 115 diantaranya sudah sembuh, ada 11 pasien dirujuk karena kondisi memberat dan 7 pulang isolasi mandiri. Untuk hari ini (2/1) ada 16 yang sembuh, sedangkan yang masuk ada 4 pasien,” ungkapnya.

Masih menurutnya, dari 199 pasien yang dirawat, mayoritas berasal dari Kota Malang sejumlah 139. Kemudian, dari Kabupaten Malang sebanyak 26 dan Sidoarjo 5 orang. Terdapat masing-masing 3 pasien yang berasal dari Kediri, Blitar dan Jember.

Untuk yang berasal dari Depok dan Bogor, sama-sama berjumlah 2 pasien. Selanjutnya, pasien asal Kota Probolinggo, Kota Yogyakarta, Barito Selatan, Tarakan, Batam, Samarinda, Nganjuk, Jombang, Jayapura, Tulungagung, Tuban, Gresik, Banyumas, Mojokerto, Ponorogo, dan Langsa masing-masing sejumlah 1 orang.

Heri menambahkan, saat ini jumlah bed tersedia sebanyak 224. “Masing-masing untuk laki-laki dan perempuan sebanyak 112 bed. Mayoritas yang dirawat disini adalah pasien tanpa gejala,” jelasnya.

Menurut Heri, pihaknya akan bersiap untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan daya tamping RS Lapangan Ijen Boulevard yang sebanyak 306 bed itu. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ini Cara Pemkab Sidoarjo Tangani Limbah Domestik

Diterbitkan

||

PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan paparan soal penanganan air limbah domestik di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).
PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberikan paparan soal penanganan air limbah domestik di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

Memontum Sidoarjo ­ Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Dampak Limbah Domestik bagi ratusan pelaku industri di Sidoarjo. Sosialisasi ini diikuti ratusan perwakilan perusahaan.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Peraturan Menteri LHK No P 68/Menlhk-Setjen/2016 mengenai Baku Mutu Air Limbah Domestik. Secara garis besar, baku mutu air limbah domestik terdiri dari 3 bagian yaitu rumah tangga dan/atau usaha dan/atau kegiatan di lokasi darat, usaha dan/atau kegiatan di lokasi perairan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Air limbah domestik yang dimaksud pada peraturan itu adalah black water dan grey water. Selain itu, pengolahan air limbah domestik dilakukan secara tersendiri. Yaitu tanpa menggabungkan dengan pengolahan air limbah dengan jenis air limbah domestik maupun secara terintegrasi, melalui penggabungan air limbah dengan jenis air limbah lain ke dalam satu sistem pengolahan air limbah.

SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.

SOSIALISASI: Pelaku usaha perwakilan perusahaan menyimak paparan Pencegahan Dampak Limbah Domestik.

Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan mengingatkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK, industri diwajibkan mengelola limbahnya sebelum di buang ke sungai.

“Semua perusahaan sekarang tidak boleh membuang langsung limbahnya ke sungai. Perusahaan harus mengolah terlebih dulu IPAL-nya sesuai kadar yang diperbolehkan baru dibuang ke sungai. Aturan ini, untuk mencegah dampak limbah domestik yang bisa mencemari air sungai,” ujar Sigit Setyawan di Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

Sosialisasi yang dibuka Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono ini diharapkan seluruh perwakilan perusahaan yang hadir bisa menyampaikan langsung ke pimpinan perusahaan. Mengingat dampak limbah domestik ini, kontribusi terbesarnya dari perusahaan atau industri kemudian disusul limbah usaha kecil dan limbah rumah tangga.

“Hubungan antara kecerdasan dengan masalah limbah, maka di dalam konsep pembangunan ada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur tinggi, peringkat lima belas. Tapi, derajat kesehatannya masih rendah. Ukuran IPM salah satunya derajat kesehatan. Kami berharap derajat kesehatan meningkat mempengaruhi pola hidup masyarakat yang disiplin menjaga kebersihan agar penanganan dampak limbah ini bisa dilakukan melalui peningkatan IPM,” tegas Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono.

Cak Hud, mencontohkan limbah sungai berupa popok atau pampers. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon menerima sampah kurang lebih 1.200-an ton per hari. Upaya Pemkab Sidoarjo dalam penyelesaian dampak limbah domestik mulai dari normalisasi sungai dan mengelola sampah di TPA Jabon. Pemkab Sidoarjo saat ini sedang dalam proses membangun pengelolaan sampah untuk mengurai sampah yang masuk.

“Untuk menjaga kebersihan di pasar-pasar, pengelola diminta kerja ekstra. Dengan shodaqoh kerja, Sabtu – Minggu tetap masuk kerja membersihkan sampah-sampah di pasar,” ungkapnya.

Sementara berkaitan dengan limbah, ada Jogo Taman Delta, setiap hari Jumat dan Minggu melakukan bersih-bersih. Selain itu, ada program normalisasi sungai, pembersihan sampah rumah tangga seperti popok-popok bayi yang paling banyak dijumpai, maka menangani dampak limbah domestik ini juga membutuhkan kesadaran masyarakat dan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja.

“Kami meminta agar sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) dikelola terlebih dulu oleh masyarakat sekitar. Ini dilakukan pemilahan dan bisa dimanfaatkan. Sehingga volume sampah yang dibuang di TPA Jabon setiap hari bisa berkurang,” urainya.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo paling tinggi. Middle income misalnya. Ciri-ciri masyarakat suka rekreasi. Konsumtif, hal ini berdampak pada tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

“Pekerjaan rumah kami yang belum, tolong untuk industri dan khususnya yang ada di jalan-jalan protokol dijaga kebersihan. Kami tidak ingin terjebak pada pertumbuhan ekonomi Sidoarjo yang sudah tinggi. Kami selaku pimpinan Sidoarjo mengharapkan adanya inovasi dan kreativitas pada sektor ekonomi industri kecil menengah,” tandasnya. (wan/ono)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Peringati HKN Dengan Gowes dan Kampanye 3M

Diterbitkan

||

oleh

Pjs Bupati Sidoarjo juga beri tujuh ambulance kepada puskesmas

Memontum Sidoarjo – Momen Peringatan ke-56 Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2020 dengan tema ‘Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat’ diperingati Pemkab Sidoarjo dengan menggelar gowes bersama Pjs Bupati Sidoarjo, Hudiyono bersama Dinas Kesehatan dan Muspida serta puluhan warga Sidoarjo, Jum’at (27/11) pagi. Seraya mengkampanyekan ‘Jangan Kendor 3 M’, Cak Hud-sapaan akrab Pjs Bupati Sidoarjo, gowes keliling dengan start pendopo melintasi jalan lingkar barat melewati depan stadion Gelora Delta.

Sesampai di Bundaran Taman Pinang, Cak Hud bersama peserta gowes, membagikan masker kepada masyarakat yang melintas. Termasuk, tanpa henti-hentinya mengingatkan masyarakat meski Sidoarjo sudah zona kuning, penerapan protokol kesehatan (Prokes) tidak boleh kendor.

“Kita jangan sampai kendor 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Meski Sidoarjo sudah zona kuning, karena pengalaman kemarin kita agak kendor, hari libur kemarin ada kenaikan signifikan jumlah kasus positif,” kata Cak Hud.

Dalam peringatan HKN tersebut, selain dimanfaatkan untuk kampanye Prokes 3 M kepada masyarakat luas, juga membagikan tujuh mobil ambulance dan delapan mesin serologi. Dari 26 jumlah puskesmas di Sidoarjo, tinggal dua puskesmas saja yang belum ada mobil ambulance.

“Kita pastikan kepada masyarakat, kita akan memberikan pendekatan pelayanan. Pemkab sudah merealisasikan memberikan tujuh ambulance standar internasional kepada tujuh puskesmas. Dan ditambah bantuan alat serologi depan mesin. Alat ini kegunaannya seperti alat rapid test tapi lebih akurat hasilnya,” ujarnya.

Cak Hud mempersilahkan, masyarakat untuk datang ke puskesmas melakukan cek kondisi tubuhnya karena mesin serologi sudah ada di puskesmas. Delapan puskesmas yang mendapat bantuan mesin serologi jenis Abbot yakni Puskesmas Taman, Krian, Waru, Sidoarjo. Sedangkan empat puskesmas lainnya, yakni Puskesmas Porong, Sukodono, Tarik dan Puskesmas Wonoayu, mendapat bantuan mesin serologi roche. (kom/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler