Connect with us

Hukum & Kriminal

Dua Cewek Tewas di Jalur Sukodono – Taman

Diterbitkan

||

TEWAS - Dua perempuan tewas dalam kecelakaan motor tabrak pikup di JL Raya Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Minggu (09/08/2020) dini hari
TEWAS - Dua perempuan tewas dalam kecelakaan motor tabrak pikup di JL Raya Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Minggu (09/08/2020) dini hari

Motor Jupiter Tabrak Pikup

Memontum Sidoarjo – Kecelakaan maut terjadi di JL Raya Sukodono – Taman, tepatnya di depan Pabrik Kopi PT Santos Jaya Abadi, Desa Panjunan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Minggu (09/08/2020) dini hari. Dalam kecelakaan antara motor Yamaha Jupiter dan sebuah mobil Pikup itu, menyebabkan dua perempuan pengendara motor tewas di lokasi kejadian. Sedangkan seorang penumpang motor lainnya selamat dan dirawat di Rumah Sakit Arofah Dungus, Sukodono.

Kedua korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Jainul Sukma (22) warga Desa/Kecamatan Sukodono dan Corolina Kohar (30) warga Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono. Sementara temannya yang selamat yakni Kharisma Anisa (13) warga Desa Ngambar, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Tabrakan motor lawan pikup itu adu moncong dari arah berlawan hingga ketiga korban terjatuh dari motornya. Yang meninggal dua pengendara motor,” ujar Kapolsek Sukodono, Iptu Warji’in Krise kepada Memo X, Senin (10/08/2020).

Warji’in menjelaskan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu, masing-masing motor Yamaha Jupiter Warna silver hitam bernopo W 5361 NX, yang dikendarai Jainul Sukma (22) warga Desa/Kecamatan Sukodono dan

mobil pikup Daihatsu Grandmax warna hitam bernopol W 9479 NX yang dikemudikan Nur Rochmad Arianto, (22) warga Desa/Kecamatan, Sidoarjo. “Usai para korban dievakuasi, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga diamankan sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Menurut Warji’in kecelakaan bermula saat korban mengendarai motor Yamaha Jupiter melaju dari arah Selatan (Sukodono) menuju Utara (Taman). Korban saat itu berboncengan dengan Corolina Kohar dan Kharisma Anisa. Diduga, saat mengendarai motor itu, korban dalam kondisi mabuk.

“Dugaan sementar berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi kejadian, karena dalam kondisi mabuk dan pengaruh minuman itu, motor korban mendadak oleng ke kanan hingga memakan lajur dari arah berlawanan,” tegasnya.

Pada saat bersamaan, lanjut Warji’in melaju mobil pikup Daihatsu Grandmax warna hitam dari arah Utara (Taman) menuju Selatan (Sukodono). Selebum kecelakaan, mobil pikup sudah membunyikan klakson berkali-kali hingga banting setir ke kanan itu.

“Saat banting setir ke kanan korban justru ikut banting setir ke kanan hingga tabrakan tak bisa dihindarkan. Akibatnya, mobil pikup mengalami rusak berat di bagain depan dan korban yang bonceng tiga terjatuh dari motornya,” ungkapnya.

Dalam kecelakaan itu, Warji’in memastikan pengendara motor tewas dan seorang yang dibonceng (Corolina Kohar). Sementara penumpang motor lainnya Kharisma Anisa mengalami luka-luka.

“Ketiga korban dibawa ke RS Arafah Dungus dan Dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Untuk mobil pikup beserta motor diamankan di Polsek Sukodono. Dalam kecelakaan ini, kerugian materiilnya diperkirakan mencapai Rp 2 juta,” tandasnya. (wan/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum & Kriminal

Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Kakek di Sidoarjo Mengaku Khilaf

Diterbitkan

||

oleh

Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Kakek di Sidoarjo Mengaku Khilaf
CABUL: Pelaku berinisial H, saat digelandang polisi di Mapolresta Sidoarjo. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Seorang tersangka berinisial H (50), warga Sidoarjo, Jawa Timur melakukan aksi bejat dengan mencabuli Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tindak pidana pencabulan yang dilakukan pelaku tersebut, sudah dilakukan hingga dua kali di rumah korban. Saat ditangkap petugas Polresta Sidoarjo, H mengaku melakukan pencabulan karena khilaf.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, saat rilis pada Selasa (19/04/2022) tadi, menyampaikan jika korban pencabulan tersebut masih di bawah umur. “Tersangka ini, sehari-sehari tugasnya sebagai antar jemput korban. Korban Mawar (nama samaran) masih berusia 17 tahun yang masuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Sementara, pelaku H merupakan tetangga korban yang selama ini telah dipercaya sebagai orang yang mengantar dan menjemput Mawar dari sekolah. “Semula keluarga korban tidak mengetahui tindakan bejat yang dilakukan pelaku kepada Mawar,” ujarnya.

Baca juga :

Aksi pencabulan ini diketahui saat Mawar mengeluh sakit kepada bibinya. Kemudian karena laporan Mawar, bibinya terus mengorek lebih dalam hingga akhirnya dia mengaku jika telah diperdaya oleh H.

Dari informasi tersebut, pihak keluarga sepakat untuk langsung melaporkan H ke pihak kepolisian. “Kondisi korban saat ini mengalami trauma secara psikis maupun mental. Kita juga sudah koordinasi dengan dinas-dinas terkait guna penanganan korban,” imbuhnya.

Karena perbuatannya tersebut, pelaku H dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Tabrakan Maut Motor Lawan Motor di Pilang Sidoarjo, Pengendara Asal Banyuwangi Meregang Nyawa

Diterbitkan

||

oleh

Tabrakan Maut Motor Lawan Motor di Pilang Sidoarjo, Pengendara Asal Banyuwangi Meregang Nyawa

Memontum Sidoarjo – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Raya Pilang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Sabtu (02/04/2022) sekitar pukul 19.00. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor Revo Nopol P 2258 YB, bernama Richard Brega (49), karyawan PT SDP Pilang, warga asal Dusun Bongkoran RT 02/ RW 01, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, meregang nyawa di lokasi kejadian.

Sedangkan pengendara motor Honda PCX bernama Denny Andrianto (32) warga Desa Ngangkatan, RT 03 /RW 01, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, alami luka serius hingga harus di rawat di RS Anwar Medika.

Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Iya kecelakaan terjadi waktu malam. Untuk kendaraan yang terlibat tabrakan yakni sepeda motor Honda Revo P 2258 YB melawan motor Honda PCX AG 6827 VBO,” terangnya kepada Memontum.com, Minggu (03/04/2022) tadi.

Baca juga:

Lebih lanjut AKP Sugeng menjelaskan, Laka Lantas berawal ketika sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Richard, melaju keluar dari Gang Alhidayah, RT03 RW02, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu. Pengendara hendak menyeberang ke arah utara dengan kecepatan sedang.

“Namun sepertinya, pengendara Honda Revo tersebut kurang memperhatikan kondisi sekitar jalan tersebut. Begitu korban menyeberang, dari arah timur ada sepeda motor Honda PCX dengan kecepatan tinggi. Sehingga terjadi tabrakan,” paparnya.

Benturan keras pun terjadi hingga kedua pengendara motor tersebut terkapar di aspal jalan. Salah satu korban dipastikan meninggal di lokasi. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas, hingga petugas segera ke lokasi. Pihak kepolisian langsung membawanya ke RS Anwar Medika Balongbendo Sidoarjo untuk dimintakan visum jenazah dan menghubungi pihak keluarganya.

“Kemudian untuk korban pengendara Honda PCX hanya mengalami luka cukup serius dan juga menjalani perawatan di RS Anwar Medika,” terangnya.

Saat ini kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Racik Miras Oplosan untuk Dipasarkan, Kuli Bangunan Digelandang Satreskoba Polresta Sidoarjo

Diterbitkan

||

oleh

Racik Miras Oplosan untuk Dipasarkan, Kuli Bangunan Digelandang Satreskoba Polresta Sidoarjo
RILIS: Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, saat rilis penangkapan pelaku di Polresta Sidoarjo. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Satresnarkoba Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap pelaku pembuat Miras (minuman keras, red) oplosan yang berada di Dusun Buntut RT 11 RW06, Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (23/03/2022). Keberhasil itu, dirilis Polresta Sidoarjo, kepada sejumlah wartawan.

Disampaikan, informasi keberhasil itu berawal dari laporan masyarakat, bahwa di sebuah rumah kontrakan terdapat kegiatan home industri. Diduga, home industri yang dijalankan adalah membuat Miras oplosan.

“Dari situ, dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan beberapa terduga tersangka. Diantaranya, pelaku yang bernama Ikhwanto Agus (41), merupakan pembuat Miras, ditangkap pada Senin (21/03/2022) di rumah kontrakannya,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro, saat rilis.

Dari pengecekan, tambah Kapolresta Sidoarjo, legalitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak ada atau diketemukan. Sehingga, pelaku tersebut diamankan beserta barang bukti bahan pembuatan yang sudah diracik dan siap kemas. Sedangkan barang bukti yang sudah disita oleh polisi, yakni sampel Miras yang sudah dicampur antara Alkohol kadar 92 persen yang sudah dioplos dengan air mineral.

Baca juga :

“Sebanyak 15 liter alkohol dicampur dengan air isi ulang 5 galon. Setelah tercampur, dikemas dalam botol 1 liter dan diberi sticker yang ber-cap Stanly. Perbotol, dipatok dengan harga Rp 40.000,” ungkap Kombes Pol Kusumo.

Ditambahkan Kapolresta, saat dilakukan penangkapan tersangka, beberapa barang bukti berhasil diamankan. Diantaranya, yakni 5 galon berisi Miras oplosan, 24 botol berisi Miras oplosan dengan stiker Topi Stanly, 10 pak stiker Topi Stanly, 1 pak segel tutup botol, 1 buah pompa elektrik, 1 bungkus lem rajawali, 1 buah corong, 1 buah saringan air, 1 buah tutup galon dan 1 buah gentong plastik.

“Motif pelaku melakukan tindakan tersebut adalah unsur kesengajaan untuk dijual. Tujuannya, agar mendapatkan keuntungan. Pelaku sendiri diketahui sebagai kuli bangunan,” terang mantan Wakapolres Banyuwangi tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan ancaman hukuman sesuai dengan Pasal 204 ayat (1) KUHP, dengan pidana penjara selama 15 tahun, Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2) UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda Rp 4 miliar, Pasal 106 Jo pasal 24 ayat (1) UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan, pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda Rp 10 miliar. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler