Connect with us

Kabar Desa

Laku Rp 184, 5 Juta, Dibukukan Rp 84 Juta

Diterbitkan

||

Pemerintah Desa Kalitengah bersama Lembaga Desa, ketika melakukan lokasi TKD berupa tambak di Desa Banjarpanji, Penatarsewu dan Desa Banjarasri . (gus)
Pemerintah Desa Kalitengah bersama Lembaga Desa, ketika melakukan lokasi TKD berupa tambak di Desa Banjarpanji, Penatarsewu dan Desa Banjarasri . (gus)

Membeber Sewa Murah TKD Tambak Desa Kalitengah (1/bersambung)

Kasak-kusuk soal harga sewa TKD (Tanah Kas Desa ) Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin yang berupa tambak di Desa Banjarpanji, Penatarsewu dan Desa Banjarasri Kecamatan Tanggulangin mulai terkuak. Itu setelah tim investigasi Memo Biro Sidoarjo turun ke lapangan menggali data, berapa harga sewa yang sebenarnya dari tambak seluas 12,3 Ha seperti yang tertera dalam Perdes Nomor 02 Desa Kalitengah senilai Rp 84 juta . Padahal sewa tambak seluas 12, 3 Ha itu sejatinya Rp 148,5 juta. —————–

 

Itu diketahui setelah dilakukan wawancara dari banyak pihak, satu diantara sumber itu adalah perangkat Desa Kalitengah. Sebelumnya, untuk memastikan kebenaran data itu dilakukan investagasi ke lokasi tambah seluas 12,3 Ha yang tersebar di Desa Banjarpanji, Penatarsewu dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin.

Investigasi itu dilakukan setelah tim Memo X mendapat pengaduan masyarakat dengan membawa sejumlah data. Diantaranya adalah Perbup Sidoarjo Nomor 47 Tentang Pengelolaan Aset Desa.

Juga Perdes Nomor 2 Tahun 2020 Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin yang menyebut pendapatan asli desa (PADes) senilai Rp. 84 juta pada lahan TKD seluas 12,3 Ha.

Namun data seperti yang disebutkan diatas, dibantah oleh Pemerintah Desa Kalitengah. Bantahan itu dilakukan dengan mendatangi lokasi tambak yang tersebar di Desa Banjarpanji, Penatarsewu dan Desa Banjarasri Kecamatan Tanggulangin, Senin (10/08/2020) pagi.

Pj Kepala Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin Ahmad Imron didampingi Sekretaris Desa, Khoirul Amin melalui Kaur Perencanaan, Faridah mengatakan proses lelang TKD itu kemarin adalah kebijakan dari pimpinan desa sebelumnya.

Ketika itu dari luasan lahan yang tersebar di Desa Banjarpanji, Penatarsewu dan Desa Banjarasri, nilai lelang keseluruhannya mendapatkan harga sewa Rp. 148,5 juta.

Pembayaran lelang itu, terakhir pada Agustus 2020. Saat ini mereka pemenang lelang hanya melakukan pembayaran uang muka atau DP sebesar Rp. 10 juta, sisanya nanti ditransfer ke bendahara melalui rekening desa (gus/syn)

 

Advertisement
2 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Pj Kades : Itu Kebijakan Pimpinan Desa Sebelumnya - Memontum.Com

  2. Pingback: Pj Kades : Itu Kebijakan Pimpinan Desa Sebelumnya - Memontum Sidoarjo

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Pemdes Wonoplintahan Bangun Jalan Baru Dusun Wonogiri

Diterbitkan

||

JALAN BARU : Kaspan, Tokoh masyarakat, di jalan baru Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon. (par)
JALAN BARU : Kaspan, Tokoh masyarakat, di jalan baru Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon. (par)

Memontum Sidoarjo – Pembangunan jalan baru di Dusun Wonogiri Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon diharap menjadi pengukit dalam menumbuh kembangkan perekonomian warga. Hal tersebut disampaikan, Kepala Desa Wonoplintahan Joko Setyanggono seusai meninjau pembangunan jalan baru.

“Salah satu faktor penting untuk menumbuhkan perekonomian warga adalah adanya sarana jalan dan pembukaan jalan baru akan memudahkan transportasi, sehingga akan memotivasi siapapun untuk membuka usaha dilingkungan itu. Selanjutnya, warga dilingkungan tentu banyak yang akan terlibat aktifitas ekonomi itu,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaspan, Ketua RT 2 / RW 3, yang terlibat langsung dalam pengerjaan jalan itu. Dikatakan bahwa manfaat jalan akan dirasakan oleh petani, pasalnya jalan tersebut juga berada di pinggir persawahan. “Warga desa ini masih banyak yang beraktifitas di sawah, jalan ini akan mempermudah perjalanan ke sawah. Lebih lebih membawa alat alat pertanian besar dan bermesin,” paparnya.

Proyek hibah dari propinsi Jawa Timur di Wonoplitahan itu berupa sepasang tembok penahan tanah dan pengerasan tanah dengan sirtu sepanjang kurang lebih 200 M. warga di lingkungan mengerjakan sendiri proyek itu.

Nur Kasan, Sekretaris Desa setempat memandang penting, proyek desa dikerjakan oleh warga sendiri. “Setiap proyek desa akan lebih baik dikerjakan warga sendiri, karena kwalitasnya pasti lebih baik. Dan warga alan mendapat manfaat secara ekomomi karena bekerja,” ujarnya. (par/ono)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Perhatikan Prokes, Pemdes Tambak Kalisogo Gelar Sedekah Bumi

Diterbitkan

||

SEDEKAH BUMI : Pj. Kepala Desa Tambak Kalisogo, Abdul Rokhim (baju batik warna putih) dalam rangka sedekah bumi menggelar do'a bersama dipendopo kantor balai desa. (gus)
SEDEKAH BUMI : Pj. Kepala Desa Tambak Kalisogo, Abdul Rokhim (baju batik warna putih) dalam rangka sedekah bumi menggelar do'a bersama dipendopo kantor balai desa. (gus)

Memontum Sidoarjo – Pemerintah Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon beserta warga setempat menggelar Qhotmil Quran dan doa bersama. Acara ini digelar dalam rangka Ruwat Desa Tambak Kalisogo, Kamis (01/10/2020) siang.

Serangkaian acara itu, dipusatkan di balai desa. Nampak hadir Forkopimpka Jabon, Perangkat Desa, BPD, LPM, Toga, Tomas, PKK dan Karang Taruna.

Pj. Kepala Desa Abdul Rokhim dalam sambutannya mengatakan terkait kegiatan rutin ruwat desa atau sedekah bumi yang dilakukannya saat ini sangat berbeda. Dikarenakan situasi dan kondisi tidak memungkinkan, sebab adanya wabah virus coroana (Covid-19). Tetap kita kemas dengan tidak menghilangkan adat, makna dari sedekah bumi ini.

“Mensyukuri nikmat Alloh SWT , dan terbebas dari bahaya malah petaka demi masyarakat Desa Tambak Kalisogo khususnya aparatur desa. Kegiatan ini sudah koordinasi dengan warga, sebab sedekah bumi itu biasanya dengan pesta rakyat atau hiburan. Namun saat ini orentasinya adalah menyelamatkan masyarakat dari wabah virus corona (Covid-19),” jelasnya.

Sementara Sekretaris Desa M. Rofi’i di ruang kerjanya menambahkan, bahwa tradisi kegiatan ruwat desa digelar adalah agenda rutin setiap tahun.

Kegitannya ini dikemas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun kali ini di masa pandemi Covid-19, tidak ada pagelaran kesenian budaya ludruk atau wayang kulit. Hanya digelar Qhotmil Quran dan doa bersama, tetap mengutamakan prokol kesehatan (Prokes).

Serangkaian acara ruwat desa, kata M. Rofi’i, sebagai wujud rasa puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan kesehatan, keselamatan, kemakmuran, kesejahteraan, rezeki yang berlimpah, dan dijauhkan dari bencana bahaya malapetaka.

“Intinya sekaligus mengenang jasa para pahlawan, leluhur desa atau sing babat alas Desa Tambak Kalisogo. Hal ini digelar secara serentak diseluruh wilayah Desa Tambak Kalisogo. Sedangkan qhotmil qur’an, dan do’a bersama, juga turut digelar pada mushola, masjid yang berada di Dusun,” terang M. Rofii. (gus/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Saluran Dangkal, Desa Bangunsari Langganan Banjir

Diterbitkan

||

SALURAN : Ketua RW 05, Syaroni dan Ketua RT 10. Solikhin warga Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo menunjukkan lokasi saluran yang masih berupa tanah. (gus).
SALURAN : Ketua RW 05, Syaroni dan Ketua RT 10. Solikhin warga Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo menunjukkan lokasi saluran yang masih berupa tanah. (gus)

Memontum Sidoarjo – Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon berada di utara sungai Porong (Brantas) jadi langganan banjir karenakan saluran air terjadi pendangkalan. Air akhirnya tidak mengalir di saluran, melainkan merendam rumah warga.

Pj. Tambak Kalisogo Abdul Rochim, didampingi Sekretaris Desa M. Rofii melalui Kaur Perencanaan Agus Irawan mengakui bahwa keberadaan saluran itu sangatlah vital. Posisinya membentang kearah barat dan kearah timur di lingkungan RT. 09 RW. 05 dan berbatasan langsung antara Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo dengan Desa Permisan. Panjangnya mencapai 400 meter, lebar mencapai 1 meter. Namun kini kondisinya masih berupa tanah serta ditumbuhi rumput.

“Hampir 12 tahun di lokasi itu tidak tersentuh bantuan program pembangunan. Dan Pemerintah Desa Tambak Kalisogo berupaya mengajukan, melalui Musrenbangdes dan lain-lainnya namun belum ada juga realisasinya,” terang Agus Irawan, Senin (28/09/2020) siang.

Lebih lanjut Agus Irawan, mengatakan, sebenarnya ada titik obyek yang lain juga lebih vital dan sering menjadi langganan banjir. Seperti di lingkungan RT.10 RW. 05, panjangnya mencapai 500 meter lebar 1 meter. Dikarenakan saluran itu dari selatan, menuju utara langsung ke sungai. Itu kondisinya sama, yakni dangkal, masih berupa tanah dan ditumbuhi rumput .

Hal sama dikatakan Ketua RW 05, Syaroni dan Ketua RT 10. Solikhin Dusun Bangunsari. Mereka mengatakan saluran berupa tanah ini cukup lama dan tidak tersentuh bantuan program pembangunan. “Kami juga berharap kepada intansi terkait Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, segera merealisasikan bantuan program pembangunan agar warga terbebas dari banjir,” pintanya. (gus/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler