Connect with us

Hukum & Kriminal

Cemburu, Bunuh Kekasih

Diterbitkan

||

Cemburu, Bunuh Kekasih
CEMBURU - Tersangka Bayu I (32) warga Karangploso, Malang yang diduga membunuh kekasihnya sendiri, Irene Siska Windyastuti (43) saat dipamerkan Kapolresta Sidoarjo, Kompol Sumardji bersama sejumlah barang buktinya, Rabu (12/08/2020)

Kematian Manajer Cantik di Sedati Terkuak

Memontum Sidoarjo – Tersangka kasus pembunuhan, Bayu I (32) warga Karangploso, Malang mengaku cemburu berat terhadap korban pembunuhan yang tak lain adalah kekasihnya sendiri, Irene Siska Windyastuti (43). Karena itu, Alumnus Informatika itu kalap hingga membunuh manajer perusahaan susu cantik warga asal Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang kontrak di Perumahan Alam Juanda Blok BB-10, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo lokasi ditemukannya korban meninggal dunia 1 Juli 2020 lalu.

“Tersangka ini tega membunuh korban karena termakan rasa cemburu kepada korban yang masih orang dekatnya meski bukan pasangan suami istri,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji saat merilis kasus penangkapan tersangka di Polresta Sidoarjo, Rabu (12/08/2020).

Sumardji menceritakan kasus pembunuhan bermula saat tersangka datang di rumah kontrakan korban 27 Juni 2020 malam. Saat mengetuk pintu rumah kontrakan korban melihat dua orang laki-laki yang keluar dari rumah korban.

Mengetahui hal itu, tersangka merasa cemburu akan tetapi masih bisa menahan dan mengendalikan dirinya. Kemudian tersangka masuk ke dalam rumah korban dilanjut makan malam dan minum minuman keras hingga bermalam di lokasi kejadian.

“Keesokan harinya saat korban memasak tersangka tidur-tiduran di Sofa rumah kontrakan korban. Saat itu tersangka mencium ada bau seperti sperma. Seketika tersangka naik pitam dan menjegal korban hingga membekap korban hingga meninggal dunia di ruang tamu itu,” tegasnya.

Mengetahui korban meninggal, tersangka kabur menggunakan mobil Honda HRV milik korban. Karena itu, tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 unit Mobil Honda HRV Warna Hitam Mutiara bernopol L-1487-IU Tahun2018, 1 lembar STNK Mobil HRV, sebuah kartu Flaz BCA dengan nomor: 0145000127051858.

“Saat ditangkap tersangka tidak ada perlawanan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kematian korban kali pertama diketahui adik iparnya, Adi Wicaksono Rabu (01/07/2020). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi saksi. Ketika dicek di rumahnya ternyata korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban tergeletak di ruang tamu rumahnya. Korban diduga meninggal dunia karena dibunuh dengan bukti sejumlah memar yang di leher dan tubuh korban. (wan/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum & Kriminal

Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Kakek di Sidoarjo Mengaku Khilaf

Diterbitkan

||

oleh

Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Kakek di Sidoarjo Mengaku Khilaf
CABUL: Pelaku berinisial H, saat digelandang polisi di Mapolresta Sidoarjo. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Seorang tersangka berinisial H (50), warga Sidoarjo, Jawa Timur melakukan aksi bejat dengan mencabuli Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tindak pidana pencabulan yang dilakukan pelaku tersebut, sudah dilakukan hingga dua kali di rumah korban. Saat ditangkap petugas Polresta Sidoarjo, H mengaku melakukan pencabulan karena khilaf.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, saat rilis pada Selasa (19/04/2022) tadi, menyampaikan jika korban pencabulan tersebut masih di bawah umur. “Tersangka ini, sehari-sehari tugasnya sebagai antar jemput korban. Korban Mawar (nama samaran) masih berusia 17 tahun yang masuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Sementara, pelaku H merupakan tetangga korban yang selama ini telah dipercaya sebagai orang yang mengantar dan menjemput Mawar dari sekolah. “Semula keluarga korban tidak mengetahui tindakan bejat yang dilakukan pelaku kepada Mawar,” ujarnya.

Baca juga :

Aksi pencabulan ini diketahui saat Mawar mengeluh sakit kepada bibinya. Kemudian karena laporan Mawar, bibinya terus mengorek lebih dalam hingga akhirnya dia mengaku jika telah diperdaya oleh H.

Dari informasi tersebut, pihak keluarga sepakat untuk langsung melaporkan H ke pihak kepolisian. “Kondisi korban saat ini mengalami trauma secara psikis maupun mental. Kita juga sudah koordinasi dengan dinas-dinas terkait guna penanganan korban,” imbuhnya.

Karena perbuatannya tersebut, pelaku H dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Tabrakan Maut Motor Lawan Motor di Pilang Sidoarjo, Pengendara Asal Banyuwangi Meregang Nyawa

Diterbitkan

||

oleh

Tabrakan Maut Motor Lawan Motor di Pilang Sidoarjo, Pengendara Asal Banyuwangi Meregang Nyawa

Memontum Sidoarjo – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Raya Pilang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Sabtu (02/04/2022) sekitar pukul 19.00. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor Revo Nopol P 2258 YB, bernama Richard Brega (49), karyawan PT SDP Pilang, warga asal Dusun Bongkoran RT 02/ RW 01, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, meregang nyawa di lokasi kejadian.

Sedangkan pengendara motor Honda PCX bernama Denny Andrianto (32) warga Desa Ngangkatan, RT 03 /RW 01, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, alami luka serius hingga harus di rawat di RS Anwar Medika.

Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Iya kecelakaan terjadi waktu malam. Untuk kendaraan yang terlibat tabrakan yakni sepeda motor Honda Revo P 2258 YB melawan motor Honda PCX AG 6827 VBO,” terangnya kepada Memontum.com, Minggu (03/04/2022) tadi.

Baca juga:

Lebih lanjut AKP Sugeng menjelaskan, Laka Lantas berawal ketika sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Richard, melaju keluar dari Gang Alhidayah, RT03 RW02, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu. Pengendara hendak menyeberang ke arah utara dengan kecepatan sedang.

“Namun sepertinya, pengendara Honda Revo tersebut kurang memperhatikan kondisi sekitar jalan tersebut. Begitu korban menyeberang, dari arah timur ada sepeda motor Honda PCX dengan kecepatan tinggi. Sehingga terjadi tabrakan,” paparnya.

Benturan keras pun terjadi hingga kedua pengendara motor tersebut terkapar di aspal jalan. Salah satu korban dipastikan meninggal di lokasi. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas, hingga petugas segera ke lokasi. Pihak kepolisian langsung membawanya ke RS Anwar Medika Balongbendo Sidoarjo untuk dimintakan visum jenazah dan menghubungi pihak keluarganya.

“Kemudian untuk korban pengendara Honda PCX hanya mengalami luka cukup serius dan juga menjalani perawatan di RS Anwar Medika,” terangnya.

Saat ini kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Racik Miras Oplosan untuk Dipasarkan, Kuli Bangunan Digelandang Satreskoba Polresta Sidoarjo

Diterbitkan

||

oleh

Racik Miras Oplosan untuk Dipasarkan, Kuli Bangunan Digelandang Satreskoba Polresta Sidoarjo
RILIS: Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, saat rilis penangkapan pelaku di Polresta Sidoarjo. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Satresnarkoba Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap pelaku pembuat Miras (minuman keras, red) oplosan yang berada di Dusun Buntut RT 11 RW06, Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (23/03/2022). Keberhasil itu, dirilis Polresta Sidoarjo, kepada sejumlah wartawan.

Disampaikan, informasi keberhasil itu berawal dari laporan masyarakat, bahwa di sebuah rumah kontrakan terdapat kegiatan home industri. Diduga, home industri yang dijalankan adalah membuat Miras oplosan.

“Dari situ, dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan beberapa terduga tersangka. Diantaranya, pelaku yang bernama Ikhwanto Agus (41), merupakan pembuat Miras, ditangkap pada Senin (21/03/2022) di rumah kontrakannya,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro, saat rilis.

Dari pengecekan, tambah Kapolresta Sidoarjo, legalitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak ada atau diketemukan. Sehingga, pelaku tersebut diamankan beserta barang bukti bahan pembuatan yang sudah diracik dan siap kemas. Sedangkan barang bukti yang sudah disita oleh polisi, yakni sampel Miras yang sudah dicampur antara Alkohol kadar 92 persen yang sudah dioplos dengan air mineral.

Baca juga :

“Sebanyak 15 liter alkohol dicampur dengan air isi ulang 5 galon. Setelah tercampur, dikemas dalam botol 1 liter dan diberi sticker yang ber-cap Stanly. Perbotol, dipatok dengan harga Rp 40.000,” ungkap Kombes Pol Kusumo.

Ditambahkan Kapolresta, saat dilakukan penangkapan tersangka, beberapa barang bukti berhasil diamankan. Diantaranya, yakni 5 galon berisi Miras oplosan, 24 botol berisi Miras oplosan dengan stiker Topi Stanly, 10 pak stiker Topi Stanly, 1 pak segel tutup botol, 1 buah pompa elektrik, 1 bungkus lem rajawali, 1 buah corong, 1 buah saringan air, 1 buah tutup galon dan 1 buah gentong plastik.

“Motif pelaku melakukan tindakan tersebut adalah unsur kesengajaan untuk dijual. Tujuannya, agar mendapatkan keuntungan. Pelaku sendiri diketahui sebagai kuli bangunan,” terang mantan Wakapolres Banyuwangi tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan ancaman hukuman sesuai dengan Pasal 204 ayat (1) KUHP, dengan pidana penjara selama 15 tahun, Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2) UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda Rp 4 miliar, Pasal 106 Jo pasal 24 ayat (1) UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan, pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda Rp 10 miliar. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler