Connect with us

Pemerintahan

Ratusan Siswa-Siswi SD se Sidoarjo Ramaikan Lomba Pentas PAI

Diterbitkan

||

Ratusan Siswa-Siswi SD se Sidoarjo Ramaikan Lomba Pentas PAI

Memontum Sidoarjo – Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat SD digelar di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (9/10/2019). Kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru PAI Sidoarjo ini dibuka Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.

Sedikitnya ada 432 siswa-siswi SD se Sidoarjo yang mengikuti acara pentas ini. Mereka mengikuti berbagai lomba seperti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pendidikan Agama Islam, MTQ, MHQ, Tilawatil Quran, lomba adzan, lomba pidato serta lomba kaligrafi Islam dan lomba seni Al Banjari.

PENTAS - Sebanyak 432 siswa-siswi SD se Sidoarjo mengikuti acara Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat SD di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (09/10/2019)

PENTAS – Sebanyak 432 siswa-siswi SD se Sidoarjo mengikuti acara Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat SD di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (09/10/2019)

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menyambut baik terlaksananya kegiatan ini. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam. Semangat mencintai Agama Islam juga diharapkan tumbuh melalui kegiatan seperti ini.

“Menumbuhkembangkan minat, bakat dan kreatifitas siswa di bidang ketrampilan dan seni Agama Islam menjadi harapan dari berbagai kegiatan lomba yang digelar. Kegiatan ini juga menjadi tolak ukur pembinaan Pendidikan Agama Islam di sejumlah sekolah,” ucap Saiful Ilah.

Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Sidoarjo berpesan kepada siswa-siswi yang hadir untuk membentengi diri dari pengaruh buruk. Bentengnya iman dan taqwa. Baginya perkembangan zaman memiliki pengaruh buruk. Misalnya dengan budaya luar negeri. Bupati berpesan untuk tidak meniru budaya luar negeri.

“Tapi ilmu pendidikan yang didapat diluar negeri bisa digunakan disini. Kalau bisa budaya luar negeri tidak usah dibawa pulang, tapi pendidikan silahkan dibawa,” pintahnya.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Marsahid menegaskan Pentas PAI digelar sebagai persiapan mengikuti ajang serupa tingkat propinsi. Para juara Pentas PAI ini akan mewakili Sidoarjo di Pentas PAI Jawa Timur.

“Ada 8 macam lomba pada Pentas PAI Sidoarjo tahun ini. Tempatnya di Pendopo Delta Wibawa dan kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo. Kegiatan ini untuk mencari juara lomba yang akan mewakili Sidoarjo di Pentas PAI tingkat Propinsi Jatim,” tandasnya. Wan/yan

 

Pemerintahan

Tunjang Wisata Pesisir, Bakal Dibangun Dermaga di Dusun Kepetingan

Diterbitkan

||

DERMAGA - Salah satu dermaga menuju Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran dan Dusun Pucukan yang bakal dibangun untuk pengembangan wisata pesisir timur Sidoarjo.
DERMAGA - Salah satu dermaga menuju Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran dan Dusun Pucukan yang bakal dibangun untuk pengembangan wisata pesisir timur Sidoarjo, Selasa (20/10/2020).

Memontum Sidoarjo –  Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo menyimpan potensi wisata religi dan wisata air yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. Namun potensi penghasil devisa itu, belum sepenuhnya tergarap secara baik dan maksimal. Misalnya saja, belum dibangunnya dermaga yang layak untuk para wisatawan yang bakal berkunjung ke makam Putri Ayu Dewi Sekardadu di Kepetingan. Padahal, setiap hari libur, terutama hari Minggu makam ini ramai dikunjungi para peziarah.

Di makam ibunda Sunan Giri ini, setiap tahun juga menjadi jujugan nelayan kupang Desa Balongdowo, Kecamatan Candi menggelar ritual Nyadran. Ratusan bahkan ribuan peziarah datang pada waktu masuk bulan Maulud Nabi Muhammad SAW maupun saat memasuki 1 Muharram. “Potensi dan daya tarik wisatawan untuk datang ke makam Dewi Sekadadu ini cukup tinggi. Ini perlu sentuhan dan konsep pengembangan wisata religi, termasuk wisata air,” ujar Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono kepada Memo X, Selasa (20/10/2020).

Menurut pejabat Pemprov Jatim ini, jika banyak pengunjung yang datang ke Dewi Sekardadu, maka secara otomatis potensi usaha makanan (kuliner) juga bakal berkembang. Saat ini, yang harus dibangun adalah Dermaga. “Karena saya melihat waktu naik perahu sandar penumpang kesulitan untuk turun. Saya sudah minta Camat Buduran untuk segera berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait membuat konsep pengembangan wisata di Kepetingan ini,” tegasnya.

Selain itu, kata Hudiyono musala yang ada di komplek makam putri ayu Dewi Sekardadu jika musim hujan datang selalu kebanjiran. Warga mengusulkan kepada Pj Bupati untuk merenovasi dengan ditinggikan 1 meter lagi agar tidak banjir. “Untuk renovasi peninggian musala akan dikerjakan tahun ini. Saya sudah mendapat laporan dari warga kalau musim hujan musala yang terletak di makam Dewi Sekardadu selalu banjir sampai masuk ke dalam. Nanti akan ditinggikan sekitar 1 meter,” tandasnya. (wan/ono)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

TMMD di Sidoarjo Sukses Selesaikan 7 Proyek Pembangunan

Diterbitkan

||

PENYERAHAN - Penutupan TMMD ditandai penyerahan berita acara penyerahan proyek TMMD ke 109 tahun 2020 oleh Dandim 0816 Sidoarjo Letk Inf M Iswan Nusi kepada Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di Pendopo Delta Wibawa
PENYERAHAN - Penutupan TMMD ditandai penyerahan berita acara penyerahan proyek TMMD ke 109 tahun 2020 oleh Dandim 0816 Sidoarjo Letk Inf M Iswan Nusi kepada Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/10/2020).

Memontum Sidoarjo – Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Sidoarjo selesai. Program yang dimulai 22 September 2020 di Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon berakhir Senin (21/10/2020). Penutupan TMMD ke 109 Tahun 2020 dilaksanakan di Pendopo Delta Wibawa.

Penutupan ditandai dengan penyerahan berita acara penyerahan proyek TMMD ke 109 Tahun 2020 oleh Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf M Iswan Nusi kepada Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono. Penutupan kali ini dihadiri Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo, Ketua DPRD Sidoarjo, Usman serta Kapolresta Sidoarjo Kombes pol Sumardji, Kepala Pengadilan Negeri Sidoarjo, Moh Muchlis dan Sekda Sidoarjo, Achmad Zaini serta beberapa kepala OPD terkait pelaksanaan TMMD.

Dalam berita acara penyerahan proyek TMMD ini terdapat 7 jenis proyek yang diselesaikan. Diantaranya proyek pembangunan penyangga jalan Jati Alun-alun, proyek pembangunan penyangga jalan Cangkringturi, proyek pembangunan penyangga jalan Simpang, normalisasi kali Avoer Kajartengguli RW 3, pembangunan plengsengan sirip jembatan simpang serta pembangunan pagar SDN 4 Kedungkembar dan pemasangan lampu PJU 50 titik.

Program TMMD kali ini tidak hanya berhasil menyelesaikan sasaran fisik. Sasaran non fisik telah dilaksanakan dalam program TMMD. Seperti pelaksanaan rapid tes, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19, pelatihan pembudidayaan ikan, screening mata katarak dan operasi mata, donor darah, pembagian masker maupun sosialisasi Germas. Selain itu, terdapat sasaran over prestasi seperti rehab gedung TK Desa Kedungkembar dan rehab 1 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) rumah Kusnen Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon.

Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo yang hadir mengatakan kegiatan TMMD sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dirinya meminta program ini terus dilanjutkan. Bahkan perlu di tingkatkan agar masyarakat nanti dapat lebih sejahtera.  “Saya meminta hasil pembangunan yang dilaksanakan harus dapat dipelihara,” ujarnya.

Herman menjelaskan anggotanya dapat dilibatkan dalam program pembangunan lainnya, selain program TMMD. Selain bertujuan untuk membantu program pemerintah daerah. “Sekaligus mendekatkan TNI dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menegaskan kegiatan ini mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Masyarakat banyak terlibat dalam program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Oleh karenanya, dampak kegiatan seperti ini sangat luar biasa. Pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat. “Kami berjanji program TMMD di Sidoarko akan terus dilanjutkan. Karena model program pembangunan seperti ini tepat sasaran. Manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Kami berharap nanti masyarakat dapat mengembangkan hasil pembangunan yang dilaksanakan,” tandasnya.

Dalam penutupan juga dilakukan penyerahan bantuan 1 unit motor roda tiga dan 1 unit mesin pencacah sampah. (wan/syn)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sidoarjo Siap Menuju Zona Kuning

Diterbitkan

||

PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menyampaikan paparan soal keyakinan Sidoarjo menjadi zona kuning di depan anggota DPR RI dan FKKD di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/10/2020).
PAPARAN: Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menyampaikan paparan soal keyakinan Sidoarjo menjadi zona kuning di depan anggota DPR RI dan FKKD di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/10/2020).

Pj Bupati Sidoarjo Yakinkan Anggota DPR RI dan FKKD

Memontum Sidoarjo – Penanganan Covid-19 di Sidoarjo menjadi program prioritas Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono. Hingga hari ini, Sidoarjo termasuk daerah yang paling banyak menegakkan disiplin protokol kesehatan. Selama operasi yustisi digelar telah mendisiplinkan 5.600 pelanggar protokol kesehatan. Jumlah ini tertinggi se Jawa Timur.

Perkembangan penanganan Covid-19 disampaikan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di depan Anggota DPR RI Komis XI, Indah Kurnia dan Forum Komukasi Kepala Desa (FKKD) di acara Workshop, Monitoring dan Evaluasi Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa di Sidoarjo bertema Pengelolaan Dana Desa yang Cepat, Tepat dan Terpadu sebagai Upaya Penanganan Dampak Covid-19 di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/10/2020).

“Sebelum operasi yustisi kita melakukan edukasi terlebih dahulu. Setelah kroscek ke rumah sakit ternyata dari operasi yustisi yang dilakukan secara massif berdampak pada tingkat penyebaran menurun . Hasilnya, jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan menurun. Dalam seminggu ke depan hasilnya akan kelihatan semoga Sidoarjo berubah menjadi zona kuning,” ujarnya.

Jika nanti sudah normal, kata Hudiyono kegiatan sosial jalan dan kegiatan pendidikan berjalan. Namun yang paling penting saat Covid-19 meningkatkan kompetensi pendidikan karakter (perilaku). “Nanti kalau sudah zona kuning kita bisa membuka sekolah tatap muka cukup masuk 20 persen. Disitu anak-anak teruji melaksanakan nilai-nilai karakter dan praktek. Begitu masuk kelas cuci tangan dan pakai masker, jadi pendidikan karakter itu tidak hanya teori,” imbuhnya.

Karena itu, Hudiyono minta mulai dari Camat, Lurah/Kades dan RT/RW aktif turun ke bawah dan massif bergerak bersama mengajak warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Penanganan Covid-19 di Sidoarjo juga dengan cara pendekatan spiritual. “Pendekatannya bukan hanya scene, kemarin para kiai datang mendukung untuk pencegahan Covid-19 dengan spiritual. Yakni penguatan tauhid. Jadinya seimbang,” tegasnya.

Sementara Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Alexander Rubi Setyoadi menegaskan pemberian dana desa sudah dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19. Namun tujuan pemberian dana desa di masa pandemi Covid-19 untuk membantu menanggulangi dan membantu pemulihan ekonomi. “Penyerapan dana desa di Sidoarjo pada triwulan ketiga ini sudah 86 persen. Setiap desa rata-rata menerima dana desa Rp 1 miliar,” tandasnya. (wan/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler