Connect with us

Hukum & Kriminal

Bea Cukai Juanda Sita 76 I-Phone Mewah Seharga Rp 1,9 Miliar

Diterbitkan

||

SITAAN - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jatim I, Muhammad Purwantoro dan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harjanto menunjukkan 76 unit I Phone seharga Rp 25 juta per unit hasil sitaan, Kamis (10/10/2019)
SITAAN - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jatim I, Muhammad Purwantoro dan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harjanto menunjukkan 76 unit I Phone seharga Rp 25 juta per unit hasil sitaan, Kamis (10/10/2019)

Memontum Sidoarjo – KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda berhasil mengungkap 5 kasus penyelundupan Hand Phone (HP) jenis I Phone 11 seharga masing-masing Rp 25 juta. Total nilai HP yang disita untuk negara dan belum beredar di Indonesia itu mencapai Rp 1,9 miliar.

Selain mengamankan puluhan HP mewah yang baru beredar di wilayah Singapura itu, petugas juga berhasil mengamankan minuman keras (miras) jenis MMEA sebanyak 90 botol. Barang-barang itu dibawa 4 orang penumpang dengan menggunakan 5 buah koper.

“Puluhan I Phone terbaru itu memang baru dirilis di negara lain mulai 20 September 2019. Tapi, kami sudah mengungkap kasus pertama tanggal 24 September 2019. Hingga penindakan kelima 7 Oktober 2019 sudah ada 76 unit I Phone yang disita,” terang Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jatim I, Muhammad Purwantoro, Kamis (10/09/2019).

Menurut Purwantoeo untuk para pemiliknya tidak dikenai sanksi pidana lantaran tidak kuat unsur pidananya. Oleh karenanya, 76 unit I Phone itu 8 diantaranya sudah diambil pemiliknya dengan kewajiban membayar perpajakannya. Selain itu, 19 unit I Phone lainnya masih nunggu proses penyelesaian dari pemiliknya.

“Sedangkan sisanya bakal menjadi barang sitaan negara. Kalau tak diproses maka bisa jadi bakal dimusnahkan meski termasuk HP mahal,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar penumpang tidak membawa HP lebih dari dua unit. Hal ini lantaran batasannya hanya dua unit akan tetapi soal perpajakan masuknnya juga harus dibayar semua.

“Harusnya kalau barang-barang ini lewat importir. Apalagi barang belum beredar di pasaran Indonesia. Kami ingatkan bagi warga yang ingin HP mewah lebih baik nunggu peredaran masuk Indonesia daripada beli mahal tak bisa dipakai seperti ini,” tegasnya.

Sementara Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harjanto menambahkan selain batasan membawa HP hanya dua unit, penumpang hanya diperbolehkan membawa minuman maksimal 1 liter. Hal itu untuk menghindari praktik Jasa Titipan (Jastip).

“Sebenarnya kalau beli tidak lewat importir biayanya akan lebih mahal dan bisa disita. Kalau lewat importir bisa dicek biaya masuknya secara online. Diantaranya untuk pembayaran pajak masuk, PPN dan PPH yang rata-rata 10 sampai 15 persen. Jadi beli barang apa pun bisa dihitung sendiri oleh pembeli pajak totalnya,” tandasnya. Wan/yan

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum & Kriminal

Incar Mahasiswi Kota Malang, Pelaku Penipuan Gondol Motor NMax dan HP IPhone

Diterbitkan

||

oleh

Incar Mahasiswi Kota Malang, Pelaku Penipuan Gondol Motor NMax dan HP IPhone
BMW alias Wahyu di Polsek Lowokwaru. (IST)

Memontum Kota Malang – Seorang terduga pelaku penipuan berinisial BMW alias Wahyu (25), warga Kelurahan Jawetkenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, hingga Kamis (23/06/2022), masih mendekam di balik jeruji besi Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota. Wahyu yang ditangkap beberapa hari lalu itu, diduga telah menipu YI (21), mahasiswi di Kota Malang, asal Desa Purwodadi, Kabupaten Pasuruan pada Selasa (26/04/2022). Bahkan akibat dari kejadian itu, YI kehilangan motor NMax Nopol N-3279-TDI dan HP iPhone 7+.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, Wahyu mendatangi kos YI di kawasan Kota Malang. Siang itu, YI tidak curiga dengan kedatangan teman barunya itu. Wahyu kemudian mengajak YI untuk jalan-jalan.

Karena Wahyu tidak membawa kendaraan, mereka kemudian berboncengan dengan ngendarai motor NMax milik YI. Kemudian dia mengajak YI untuk mampir ke sebuah mini market di daerah Jalan Soekarno Hatta.

Wahyu mengaku sedang sakit perut hingga meminta YI membelikan obat maag. Saat itu, Wahyu tidak ikut masuk ke mini market dan memilih berada di atas motor. Tak hanya itu, Wahyu juga meminjam HP iPhone milik YI.

Baca juga :

Tanpa curiga, YI kemudian masuk ke mini market untuk beli obat sakit maag. Saat itulah Wahyu langsung kabur membawa motor dan HP milik YI. Tak lama kemudian, YI hanya bisa kecewa karena mengetahui Wahyu telah pergi membawa motor dan ponselnya.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Suyoto mengatakan, jika korban baru melapor ke Polsek Lowokwaru pada Rabu (8/6/2022) lalu. Atas laporan itu, petugas Polsek Lowokwaru segera bergerak mencari keberadaan pelaku.

“Akhirnya, tersangka berhasil kami amankan di Jalan Bhayangkari, Kelurahan Juwetkenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Dia kami kenakan Pasal 378 KUHP,” ujarnya. Saat itu tersangka masih kedapatan motor NMax milik korbannya. Sedangkan HP iPhone milik korban masih dalam pencarian. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Diduga Berusia Tiga Bulan, Orok Ditemukan Tersangkut di Sungai Sukodono Sidoarjo

Diterbitkan

||

oleh

Diduga Berusia Tiga Bulan, Orok Ditemukan Tersangkut di Sungai Sukodono Sidoarjo

Memontum Sidoarjo – Penemuan orok bayi yang tersangkut kayu di sungai, gegerkan warga Dusun Bogi, RT 08/ RW 02, Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Dari informasi yang dihimpun, orok bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Suparman (70), warga setempat, saat sedang membersihkan sampah di depan rumahnya pada Rabu (08/06/2022) sekitar pukul 18.00.

Saat dikonfirmasi, Suparman mengatakan bahwa awalnya dia sangat terkejut melihat orok bayi yang sedang tersangkut kayu di sungai bawah jembatan. “Kemudian saya bergegas mengambil peralatan berupa serok atau jaring untuk mengambil orok bayi dan ditaruh di atas jembata,” ujarnya, Kamis (09/06/2022) tadi.

Baca juga :

Usai orok bayi ditaruh di daratan, Suparman lalu memberi tahu kepada warga lainnya, yang kemudian hingga banyak mendatangi lokasi kejadian. Kemudian orok tersebut dibungkus dengan kain mori putih. Diperkirakan orok tersebut berusia sekitar 2 sampai 3 bulan dalam kandungan.

Kasubsi PIDM Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono saat dikonfirmasi membenarkan soal penemuan orok bayi tersebut. “Orok bayi sudah di bawa ke RSUD Sidoarjo guna dilakukan VER. Sekarang masih dalam penyelidikan,” ujarnya. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Aksi Curanmor di Area Kantor Media Online Sidoarjo Terekam CCTV

Diterbitkan

||

oleh

Aksi Curanmor di Area Kantor Media Online Sidoarjo Terekam CCTV
AKSI: Nampak terduga pelaku saat membawa kabur kendaraan. (memontum.com/zal)

Memontum Sidoarjo – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pelaku sebanyak dua orang tersebut, terekam CCTV saat beraksi di sebuah Kantor Media Online Optika.id Jl Brigjen Katamso, No 28, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (07/06/2022) malam.

Menurut informasi yang dihimpun Memontum.com, kedua pelaku pencuri tersebut berhasil menggondol satu unit motor Honda Scoopy berwarna coklat hitam, Nopol W 2668 QI milik korban bernama Muhammad Afif Nasruddin (23) warga asal Perum GMS Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Dikonfirmasi, Afif Nasruddin melalui pesan WhatsApp mengatakan motor nya hilang sekitar pukul 20.40. “Saya itu baru masuk kantor sekitar jam 20.30. Awalnya saya tidak tahu, saya baru sadar kalau sepeda motor saya hilang sekitar jam 21.00. Saya buru-buru cek CCTV dan benar ternyata sepeda saya dicuri,” ujar Afif.

Baca juga:

Saat itu kondisi gerbang kantor tidak terkunci dan hanya diselot biasa. “Pelaku beraksi sesaat setelah saya memarkir motor. Setelah melihat rekaman cctv dan memastikan sepeda motornya dicuri, Afif langsung bergegas melapor ke Polsek Waru. “Dari rekaman CCTV, pelakunya dua orang, mas. Pakai sepeda motor matic merah. Saat beraksi, 1 orang terlihat berjaga di depan dan 1 lainnya yang mengambil sepeda motor. Usai mencuri, pelaku kabur ke arah timur,” terangnya. Akibat kejadian ini, Afif mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. (zal/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler