Connect with us

Hukum & Kriminal

Dua Tas Ransel dan Motor Misterius di Sidoarjo Berisi Buku dan Pakaian

Diterbitkan

||

Dua Tas Ransel dan Motor Misterius di Sidoarjo Berisi Buku dan Pakaian

Memontum Sidoarjo – Sebanyak dua tas beserta kendaraan motor misterius yang mencurigakan ditemukan di depan toko ATK Mart JL Raya Jenggolo Nomor 84, Kelurahan Pucang, Sidoarjo, Senin (14/10/2019) malam. Untuk memastikan isi tas itu, petugas Polresta Sidoarjo dan tim Gegana Brimob Polda Jatim dilibatkan untuk memastika isi tas itu.

Salah satu pegawai Toko ATK Mart, Lestari mengatakan pegawai toko mencurigai tas ransel yang berada di atas kendaraan motor Yamaha Vega ZR bernopol R 6079 LM itu. Menurut perempuan 47 tahun ini, pegawai toko mencurigai isi tas itu lantaran sudah melihat kendaraan misterius di pakir sejak pukul 17.00 WIB. Bahkan hingga toko tutup tak ada yang mengambil.

“Ketika saya selesai bersih-bersih dan menutup toko melihat ada kendaraan beserta tas itu. Nggak ada orang disitu. Saya juga nggak tahu milik siapa tas itu. Karena bukan milik pegawai toko,” katanya, Senin (14/10/2019) malam.

Karena mencurigakan dan takut tas itu berisi benda berbahaya, pihaknya langsung melaporkan ke Polsek Sidoarjo Kota.

“Tak berselang lama, petugas Polsek Kota dan Polresta Sidoarjo langsung mendatangi lokasi kejadian,” tegasnya.

PENJINAK - Tim Gegana Brimob Polda Jatim menjinakkan tas dan pemeriksaan terhadap dua tas misterius di depan toko ATK Mart JL Raya Jenggolo Nomor 84, Kelurahan Pucanh, Sidoarjo, Senin (14/10/2019) malam

PENJINAK – Tim Gegana Brimob Polda Jatim menjinakkan tas dan pemeriksaan terhadap dua tas misterius di depan toko ATK Mart JL Raya Jenggolo Nomor 84, Kelurahan Pucanh, Sidoarjo, Senin (14/10/2019) malam

Sementara Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M Anggi Naulifar Siregar menegaskan pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 22.30 WIB. Kemudian polisi langsung menghubungi tim Gegana Brimob Polda Jatim dan tiba di lokaso sekitar pukul 00.30 WIB atau Selasa (15/10/2019) dini hari.

“Kami mendapat informasi ada kendaraan misterius beserta 2 tas ransel yang diletakkan seseorang yang masih tidak diketahui identitasnya. Kami akan mendalami kasus ini lebih lanjut,” ungkap Anggi di lokasi kejadian.

Selain itu, kata mantan Kapolres Banyuwangi ini untuk sementara, sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih dalam mengenai kasus ini, pihaknya meminta warga Sidoarjo tetap tenang. Baginya dengan adanya kasus seperti ini, masyarakat Sidoarjo tetap harus aman dan kondusif.

“Dari hasil pemeriksaan menunjukkan isi tas itu, ternyata berisi buku-buku, buku tabungan, pakaian dan ijazah. Saat ini benda-benda itu masih diamankan di Polresta Sidoarjo,” tandasnya. Wan/yan

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Incar Motor di Kosan Putri, Warga Madura Babak Belur Dihajar Massa, Temannya Kabur

Diterbitkan

||

BABAK BELUR - Pria asal Sampang Madura yang diduga hendak mencuri di kos putri di Lingkungan Ngingas, Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo babak belur dihajar warga, Jumat (02/07/2020) dini hari
BABAK BELUR - Pria asal Sampang Madura yang diduga hendak mencuri di kos putri di Lingkungan Ngingas, Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo babak belur dihajar warga, Jumat (02/07/2020) dini hari

Memontum Sidoarjo – Seorang pria berbadan kekar asal Sampang, Madura terpaksa babak belur dihajar warga Lingkungan Ngingas, Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo. Pria ini diduga hendak mencuri motor yang terparkir di dalam kos-kosan putri milik Sofian Ari Sandi (46) warga setempat. Kendati babak belur dan motor yang diduga digunakan aksi pencurian diamankan warga, akan tetapu temannya berhasil kabur dari kejaran massa malam itu.

“Pelaku pencurianny dua orang. Tapi yang berhasil ditangkap warga hanya satu orang yang diamankan di Polsek Krian,” ujar pemilik kos, Sofian Ari Sandi, Jumat (3/7/2020).

Pria 46 tahun ini mengaku setiap malam baru bisa tidur menjelang subuh. Karena dirinya bermain game dan facebook. Namun malam itu, karena perasaannya tidak enak terdengar suara seakan ada orang yang mau masuk pintu gerbang kos-kosan, dirinya langsung beranjak dari kamar keluar melihatnya.

“Spontan saya kaget melihat ada orang berupaya merusak gembok pintu kosan. Saya langsung berteriak maling, maling, maling hingga warga keluar berhamburan,” imbuhnya.

Saat warga kampung keluar semua, mereka langsung mengejar kedua pria yang diduga hendak mencuri itu. Kedua pencuri itu melarikan diri ke arah timur belok selatan.
“Saat beraksi, ada 2 orang yang satu menunggu di atas motor Yamaha N Max bernopol P 3147 RD yang satunya berusaha membuka pintu gerbang kos-kosan. Namun sayangnya, saat hendak melarikan diri motor pelaku tidak bisa dihidupkan,” ungkapnya.

Akhirnya motor ditinggal dan pelaku langsung ikut melarikan diri dengan temannya. Begitu sampai di perempatan Rumah Potong Hewan (RPH) yang satu tertangkap dan dihajar massa.

“Tapi badan pelaku kuat sepertinya membawa Jimat yang disabukkan di perutnya. Tahu begitu warga bisa melepas baju pelaku,” ungkapnya.

Sementara usai dihajar warga, kata Sandi pelaku diserahkan ke polisi. Namun, satu pelaku lainnya yang menunggu di atas motor bisa lolos dari kejaran warga.

“Saya dimintai keterangan sampai Shubuh. Ternyata malingnya warga Sampang, Madura. Saya berharap pelaku yang satunya juga bisa tertangkap,” pintanya.

Sementara Kapolsek Krian Kompol Moch Kholil belum bisa dimintai keterangan atas penangkapan pelaku itu. Saat dihubungi melalui WhatshAap (WA) dan ditelepon tidak memberikan jawaban sama sekali. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jaksa KPK Beber Rekaman Telepon Bupati Sidoarjo Nonaktif, Pengacara Abah Ipul Keberatan

Diterbitkan

||

PERCAKAPAN - Jaksa KPK berusaha memutar sejumlah percakapan telepon antara terdakwa, Saiful Ilah dan para pejabat di ULP Sidoarjo serta rekanan pemenang tender yang membuat Penasehat Hukum (PH) terdakwa keberatan dalam sidang, Rabu (1/7/2020)
PERCAKAPAN - Jaksa KPK berusaha memutar sejumlah percakapan telepon antara terdakwa, Saiful Ilah dan para pejabat di ULP Sidoarjo serta rekanan pemenang tender yang membuat Penasehat Hukum (PH) terdakwa keberatan dalam sidang, Rabu (1/7/2020)

Memontum Sidoarjo – Penasehat Hukum (PH) terdakwa kasus dugaan korupsi Bupati Nonaktif Sidoarjo, Saiful Ilah (Abah Ipul) keberatan dengan pembuktian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di JL Raya Juanda, Sidoarjo. Alasan PH terdakwa lantaran pemutaran rekaman tidak dimengerti oleh para pejabat Unit Pelayanan Lelang (ULP) Pemkab Sidoarjo dan rekanan yang menjadi saksi di persidangan itu.

Hal ini setelah jaksa KPK memutar sejumlah rekaman percakapan hasil sadapan KPK dalam sidang dengan terdakwa Bupati Sidoarjo Nonaktif, Saiful Ilah itu, Rabu (01/07/2020). Apalagi, yang diputar tidak hanya suara, akan tetapi juga transkrip percakapan itu melalui proyektor. Termasuk percakapan Saiful Ilah dengan Judi Tetrahastoto, percakapan Ibnu Gofur dengan Totok Sumedi, Ibnu Gofur dengan Dedi serta percakapan Ibnu Gofur dengan istrinya itu.

Salah seorang tim Penasehat Hukum Saiful Ilah pun protes ke majelis hakim beberapa kali. PH keberatan rekaman dan transkrip dibuka dalam sidang terbuka untuk umum itu. Alasannya, lima orang saksi yang sedang dihadirkan di persidangan tidak terkait dengan berbagai percakapan itu.

“Kami keberatan majelis hakim. Apa yang ditampilkan JPU tidak ada kaitannya dengan para saksi yang dihadirkan dalam sidang pemeriksaan saksi kali ini,” ujar Samsul Huda Ketua Tim Penasehat Hukum terdakwa Saiful Ilah yang berusaha memotong JPU saat hendak memutar rekaman percakapan.

Tak hanya sekali, PH Saiful Ilah juga memprotes dan menyela hingga beberapa kali dalam sidang itu. Saat JPU hendak memutar rekaman lain juga diprotes dan merasa keberatan. Bahkan menganggap JPU hanya berusaha menggiring permasalahan utama perkara ini.

“Dalam percakapan itu, saksi tidak mendengar langsung percakapan antara bupati (Saiful Ilah) dengan PPK (Judi Tertrahastoto). Itu sudah disampaikan saksi jika dalam pembicaraan itu tidak di-loudspeaker (tak menggunakan pengeras suara). Jadi kami keberatan dan mohon dimasukkan catatan saja,” ungkap Samsul Huda saat menyela JPU ketika hendak memutar rekaman saat memintai keterangan saksi Yugo (taf ULP Pemkab Sidoarjo).

Sayangnya, Ketua Majelis Hakim justru berpendapat lain. Majelis hakim menyetujui sejumlah upaya JPU membuka seluruh isi percakapan telepon itu. Hal ini untuk menguatkan pernyataan saksi yang sempat mendengar percakapan Judi Tetrahastoto dengan bupati itu.

“Untuk keberatan Penasehat Hukum (PH) sudah kami catat. Silakan dilanjutkan (diputar) percakapan-percakapan itu,” tegas Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gedhe Artana.

Di dalam percakapan antara Saiful Ilah dengan Ketua PPK Judi Tetrahastoto diantaranya berisi agar PPK membatalkan sanggahan yang diajukan PT Gentayu terkait proyek JL Raya Candi-Prasung senilai Rp 21 miliar lebih itu. Saat itu, Judi menerima telepon di depan Yugo. Setelah memerima telepon, Judi juga menyampaikan ke Yugo barusan ditelepon Bupati. Isinya menyampaikan sejumlah arahan.

“Saya hanya mendengar injih, injih saja. Seperti itu suaranya saat Pak Judi telepon. Tapi saya tidak mendengar semua karena tidak di-laudspeaker. Pak Judi menyampaikan ada telepon dari bupati untuk menolak sanggahan PT Gentayu itu saja,” kata Yugo menjawab pertanyaan salah seorang JPU KPK.

Dalam sidang kesaksian ini, meski saksi terkesan memberikan keterangan berbelit-belit, akan tetapi saksi Yugo akhirnya mengakui beberapa hal yang disampaikan JPU. Bahkan tidak hanya Yugo, saksi Bayu Setyo Karisma juga staf ULP, terkesan berbelit-belit ketika menjawab pertanyaan JPU dalam sidang itu. Bayu sampai berulang kali ditanyai secara keras oleh tim majelis hakim dan JPU KPK. Akan tetapi, saksi Bayu masih tetap berputar-putar ketika menjawab pertanyaan. Akan tetapi saksi tidak bisa berbuat banyak, ketika JPU KPK memutarkan rekaman percakapan hasil sadapan penyidik KPK itu.

Terungkap di persidangan, percakapan antara Saiful Ilah dengan Judi Tetrahastoto, Ibnu Gopur dengan Dedi, dan Ibnu Gopur dengan istrinya terkait permintaan uang dari Pokja pembangunan JL Raya Candi-Prasung agar tender dimenangkan Ibnu Gofur itu. Bahkan salah seorang kontraktor yang juga dihadirkan sebagai saksi, terungkap dalam rekaman, ketika Ibnu Gopur menghubunginya terkait adanya sanggahan dari Gentayu menyarankan untuk ke bupati saja.

“Soal lelang saja harus ke Bupati. Kenapa ke bupati? Hubungannya apa bupati dengan pokja JL Raya Candi-Prasung,” tanya JPU di tengah persidangan.

Saksi rekanan ini, akhirnya mengakui jika selama ini sering mengetahui Ibnu Gopur berhubungan dengan Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah.

Sementara salah seorang tim JPU KPK, Arif Suhermanto menegaskan saksi Yugo dan Bayu 30 Juli 2019 ada pertemuan yang dilatarbelakangi telepon bupati agar dibantu memenangan Ibnu Gopur dalam tender proyek di Pemkab Sidoarjo. Hal ini menunjukkan relevansi dengan kepentingan bupati yang menelepon PPK itu.

“Fakta, walaupun di Pokja ada eveluasi ulang yang terjadi adalah kemenangan tender tetap diberikan kepada Ibnu Gopur. Dalam percakapan Ibnu Gopur dengan istrinya sore hari soal permintaan uang pokja yang meminta uang Rp 100 juta. Titipan Gopur kepada Totok Sumedi diberikan kepada Pokja. Totok menyampaikan kepada Yugo. Kemudian Yugo menyerahkan ke Bayu dan dibagi semua Pokja JL Raya Candi-Prasung,” tandasnya.

Dalam kasus ini, Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah dan Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto, serta Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji didakwa pasal yang sama. Yakni pasal 12 huruf b UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Saiful Ilah disebut menerima Rp 550 juta, Sunarti menerima Rp 227 juta, Judi Tetra menerima Rp 350 juta, dan Sangadji menerima Rp 330 juta dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Vianisty Bakar Alphard Via Vallen, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Diterbitkan

||

DIAMANKAN - Tersangka pembakar mobil Toyota Alphard milik pedangdut Via Vallen, VJ (41) warga Medan diamankan polisi di Polsek Tanggulangin, Selasa (30/06/2020)
DIAMANKAN - Tersangka pembakar mobil Toyota Alphard milik pedangdut Via Vallen, VJ (41) warga Medan diamankan polisi di Polsek Tanggulangin, Selasa (30/06/2020)

Memontum Sidoarjo – Tim penyidik Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo dan Polsek Tanggulangin berhasil meringkus VJ (41) warga Medan. VJ diringkus karena diduga kuat sebagai pelaku utama dalam kasus pembakaran mobil Toyota Alphard warna putih milik pendangdut, Via Vallen di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (30/6/2020).

Berdasarkan pengakuan saat diperiksa tim penyidik di Polsek Tanggulangin, tersangka ingin bertemu artis idolanya itu secara langsung.

“Pendek kata dia (pelaku) ngefans (vianisty). Namanya juga orang ngefans,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, Selasa (30/6/2020) usai menginterogasi VJ.

Menurut Sumardji pelaku datang dari Medan sengaja datang ke Sidoarjo, hanya untuk bertemu artis idolanya itu. Bahkan dari Cikarang menuju Sidoarjo, pelaku menumpang truk.
“Pelaku disini (lokasi) sudah 7 hari terakhir. Selama ini tidur di warung depan gang rumah Via Vallen itu,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, lanjut Sumardji masih dalam tahap penyelidikan di Polsek Tanggulangin. Saat diperiksa pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini lantaran jawaban pelaku terkesan tidak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan tim penyidik maupun saat diinterogasi Kapolresta Sisoarjo.

“Terduga masih belum mengatakan apa-apa. Dia masih pura-pura gila. Kalau ditanya jawabnya tidak tahu. Kami butuh waktu agar hati pelaku tenang kembali agar bisa dikorek keterangannya,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah barang bukti yang diamankan di lokasi saat olah TKP, kata Sumardji diantaranya polisi menemukan botol bekas bensin yang dipakai menyiram mobil, kertas untuk membakar, korek api dan tas milik pelaku yang diduga berisi berbagai barang klenik.

“Semua sudah diamankan dan dibawa ke Polsek Tanggulangin,” paparnya.

Baca : Alphard Via Vallen Diduga Dibakar, Polisi Temukan Jirigen BBM

Sementara berdasarkan informasi di lapangan, dari beberapa saksi baik warga maupun keluarga korban, sebelumnya pelaku sudah mondar-mandir selama sepekan di sekitar rumah korban (Via Vallen).

“Betul (pelaku sudah mondar-mandir sebelum kejadian. Dihadapan petugas pelaku mengaku sudah 7 hari di Sidoarjo. Tidurnya di warung depan gang rumah Via Vallen,” pungkasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler