Pemerintahan
Pemkab Sidoarjo Gelar Kompetisi 10 Top Inovasi Pelayanan Publik

Memontum Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo sebagai penyandang predikat sebagai kabupaten sangat Inovatif. Predikat ini diraih atas penghargaan Innovatif Goverment Award (IGA) Tahun 2018 yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kompetisi ini, dalam rangka menumbuh kembangkan inovasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karenanya, Bagian Organisasi Pemkab Sidoarjo menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2020 dengan tema Inovasi Sebagai Perwujudan Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Kompetisi ini diikuti setiap instansi atau OPD dan Puskesmas se Sidoarjo dan seluruh Sekolah SMP Negeri. Syarat inovasi yang ikut kompetisi belum pernah menerima penghargaan sebagai pemenang baik tingkat propinsi maupun nasional.
Rencananya, tahapan kompetisi dimulai dari mengikuti Sosialisasi tanggal 21-22 Januari 2020 di Hotel Harris Malang. Kemudian Input Proposal 1 Februari sampai 31 Juli 2020. Desk Evaluasi Agustus 2020 (Tim Evaluator), Presentasi Top 20 Inovasi September 2020, Visitasi Top 20 Inovasi Oktober 2020 dan terakhir pemberian Awarding Top 10 Best Innovation akan digelar November 2020.
“Berdasarkan data yang diolah Bagian Organisasi Pemkab Sidoarjo, saat ini terdapat 86 inovasi yang dimiliki pemkab Sidoarjo. Dari jumlah itu akan dinilai dan diambil 10 inovasi yang dianggap paling inovatif dan diberikan reward (penghargaan),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Ahmad Zaini saat Sosialisasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) 2020 di Hotel Harris Malang, Selasa (21/1/2020) malam.
Menurut Zaini, Kovablik ini untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui reformasi birokrasi dengan menumbuhkan budaya birokrasi yang inovatif. Baginya, setiap inovasi yang dibuat instansi perangkat daerah akan di kompetisikan One Agency One Innovation (minimal satu perangkat daerah satu inovasi).
“Dari 86 inovasi di Pemkab Sidoarjo, ada beberapa inovasi yang sudah mendapat penghargaan dari Kemenpan RB. Diantaranya inovasi Perijinan Online (Sippadu), Simaneis, dan Sipekat. Sedangkan di tingkat propinsi ada inovasi layanan antrian Siap Tari dari Puskesmas Tarik, Sipandu dan Calisline (baca tulis online). Inovasi dibuat untuk memangkas proses birokrasi rumit agar berubah lebih efektif dan efisien. Setiap inovasi harus memenuhi unsur itu,” tegasnya.
Sementara Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menganggap penting Kompetisi Inovasi ini. Harapannya agar setiap perangkat daerah mengetahui kategori inovasi mana yang paling baik. Bahkan melalui kompetisi ini diharapkan muncul inovasi baru yang unik, responsif, bermanfaat, dapat direplikasi dan berkelanjutan.
“Tujuan utama kompetisi ini bukan untuk mencari yang terbaik. Tapi bagaimana inovasi yang dibuat membawa perubahan dan berdampak besar bagi masyarakat sebagai penerima layanan publik. Saya berharap seluruh perangkat daerah ikut berpartisipasi dan wajib mengajukan minimal satu inovasi atau lebih,” tandasnya. Wan/yan

Berita7 tahunDirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo Antara Permen PDAM dan PP BUMD, Bupati LSM LIRA Desak Bupati Sidoarjo Segera Rekrut Dirut Baru (5/habis)
Pemerintahan6 tahun7.232 Karyawan Pabrik di Sidoarjo Diberhentikan Massal, Akibat Wabah Corona
Hukum & Kriminal6 tahunDensus Geledah Rumah Terduga Teroris di Desa Ngaresrejo
Hukum & Kriminal6 tahunJoki Balap Liar Tewas Tabrak Truk Gandeng, Motor Hangus Terbakar
Berita6 tahunSeven Gab Sidoarjo Bongkar Mark Up Sembako Covid -19 Rp 4 M, Harusnya Diterima 135.572 Keluarga Pra Sejahtera (1/bersambung)
Pendidikan6 tahunSiswa MAIT Sukodono Tembus Maroko, PPTQ Darul Fikri Wisuda 165 Santri
Pemerintahan6 tahunRatusan Jamaah Tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru Permai Sidoarjo, Jalani Rapid Test, 6 Orang Reaktif Covid-19
Pemerintahan6 tahunOperasi Pasar di Tengah Covid, Harga Gula Putih Tetap Selangit, Dilepas Bulog Rp 12.300 Dipasaran Rp 17.500 (1/bersambung)















