Hukum & Kriminal
Warga Perumahan Nirwana Asri Krian Tolak Pembangunan TPST

Memontum Sidoarjo – Puluhan warga Perumahan Nirwana Asri Desa Kemasan, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang mewakili sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di perumahan itu menolak pembangunan Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) di depan perumahannya. Penolakan itu disampaikan warga dari 4 RT itu dengan menggelar aksi di depan pintu masuk utama perumahan itu.
Dalam aksinya, warga tidak hanya berorasi secara bergantian. Akan tetapi juga membentangkan sejumlah spanduk kecamatan. Diantaranya bertuliskan Tolak TPST, Tolak Lokasi TPST di Depan Pintu Perumahan Nirwana Asri 05 dan lainnya.
“Kami jelas tidak setuju. Karena pembangunan TPST tempatnya berdekatan dengan pintu perumahan kami,” kata perwakilan warga, Marwik, Rabu (4/9/2019).
Lebih jauh, warga Blok K Nomor 5 ini dampak dari adanya TPST di depan perumahannya bakal merugikan warga. Baik itu dampak bau maupun penyakit yang ditimbulkan saat menjadi tumpukan pembuangan sampah. Apalagi saat musim hujan dipastikan bakal bau kemana-mana.
“Kami minta pembangunan TPST ini dipindahkan ke belakang atau ke tempat lainnya. Apalagi ada lahan kosong milik pemerintah. Itu bisa dimanfaatkan untuk TPST,” imbuhnya.
Pria 56 tahun ini menilai program kelurahan/desanya itu tidak ads sosialisasi serius untuk warga. Baginya jika perwakilan warga diundang hanya satu orang dipastikan bakal dengan suara warga lainnya.
“Ada sosialisasi atau tidak sampai sekarang kami tidak pernah tahu atas rencana pembangunan TPST ini,” tegasnya.
Sementara Pengawas Perumahan Nirwana Asri (Developer), Adi mengaku pihaknya bakal mengikuti suara terbanyak warga. Apalagi dalam pembangunan TPST itu pengembang tidak pernah ditembusi pihak desa/kelurahan.
“Kami terserah saja pada keputusan warga. Seharusnya pembangunan itu didahului dengan sosialisasi termasuk soal dampaknya agar warga mengerti dan tidak menolak seperti ini,” ungkapnya.
Adi menilai pembangunan TPST ditolak warga karena tidak ada sosialisasi sebelumnya. Bahkan warga belum menyepakati pembangunan TPST itu.
“Semua ini karena tidak ada sosialisasi dan tak ada titik temu (kesepakatan) sebelumnya. Infonya ditaruh di perumahan ini karena di tempat lainnya juga ditolak,” tandasnya.
Sementara usai meluapkan unek-uneknya para pendemo yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga (emak-emak) itu langsung membubarkan diri. Akan tetapi spanduk dan tulisan kecaman tetap dipasang di pintu masuk perumahan itu. (Wan/yan)

Berita7 tahunDirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo Antara Permen PDAM dan PP BUMD, Bupati LSM LIRA Desak Bupati Sidoarjo Segera Rekrut Dirut Baru (5/habis)
Pemerintahan6 tahun7.232 Karyawan Pabrik di Sidoarjo Diberhentikan Massal, Akibat Wabah Corona
Hukum & Kriminal6 tahunDensus Geledah Rumah Terduga Teroris di Desa Ngaresrejo
Hukum & Kriminal6 tahunJoki Balap Liar Tewas Tabrak Truk Gandeng, Motor Hangus Terbakar
Berita6 tahunSeven Gab Sidoarjo Bongkar Mark Up Sembako Covid -19 Rp 4 M, Harusnya Diterima 135.572 Keluarga Pra Sejahtera (1/bersambung)
Pendidikan6 tahunSiswa MAIT Sukodono Tembus Maroko, PPTQ Darul Fikri Wisuda 165 Santri
Pemerintahan6 tahunRatusan Jamaah Tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru Permai Sidoarjo, Jalani Rapid Test, 6 Orang Reaktif Covid-19
Pemerintahan6 tahunOperasi Pasar di Tengah Covid, Harga Gula Putih Tetap Selangit, Dilepas Bulog Rp 12.300 Dipasaran Rp 17.500 (1/bersambung)















